- Lebanon tahan imbang Timnas Indonesia
- Kapten Lebanon, Mohamad Haidar berharap skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2026
- Jika lolos dan bertemu tim kuat, Haidar yakin Timnas Indonesia juga akan bermain mirip Lebanon
Suara.com - Kapten Lebanon, Mohamad Haidar mengungkapkan harapan untuk Timnas Indonesia semoga bisa lolos ke ajang Piala Dunia 2026.
Lebanon berhasil menahan imbang Timnas Indonesia pada FIFA Matchday yang digelar Senin (8/9/2025) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Dalam pertandingan itu, tim berjuluk Cedars tersebut bermain bertahan dan memilih cara 'kotor' untuk menahan skuad Garuda.
Pasalnya Lebanon kerap mengulur Waktu dan memancing emosi pemain dari tim Merah Putih yang terbukti sempat terlibat beberapa kericuhan.
Mohamad Haidar selaku kapten Lebanon mengucapkan minta maaf dengan taktik yang dipakai oleh timnya.
"Mohon maaf atas apa ang terjadi dalam pertandingan. Inilah sepak bola," ucap Haidar dikutip dari Antaranews.
"Kami tidak ingin berseteru dengan pemain mana pun atau membuat masalah dengan orang-orang di dalam lapangan," imbuhnya.
Lebih lanjut, kapten Lebanon itu berharap bahwa Timnas Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia 2026.
"Saya harap Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026," tegas pemain berusia 35 tahun ini.
Baca Juga: Pemain Keturunan Medan Datang, Saling Sikut di Lini Depan Timnas Indonesia Memanas
Ia kemudian mengatakan jika Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 dan bertemu tim kuat seperti Argentina atau Brasil, maka anak asuh Patrick Kluivert juga dinilai bakal menerapkan taktik yang sama seperti Lebanon Ketika melawan skuad Garuda.
"Kita lihat apa yang akan terjadi melawan mereka (Argentina dan Brasil), pasti akan sama seperti sekarang kami bermain melawan Indonesia," jelas Haidar.
"Dan tim Anda akan berada di situasi yang sama saat melawan tim level tinggi di Piala Dunia seperti Argentina atau Brasil. Anda akan menerapkan permainan yang sama seperti kami yaitu mengulur waktu, bermain dengan formasi 5-3-2 atau 5-4-1,” tambahnya lagi.
Adapun Timnas Indonesia bakal menjalani laga hidup mati bulan depan di ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi dan Irak.
Berita Terkait
-
Penyebab Thom Haye Tolak Jabat Tangan Pemain Lebanon, Mukanya Terlihat Kesal Banget
-
Indonesia vs Korea Selatan, Gerald Vanenburg Tegas: Seri atau Kalah Bukan Pilihan
-
Kata-kata Adrian Wibowo Debut Timnas Indonesia Usai Ganti KTP WNI
-
Kapten Lebanon Singgung Perbedaan Kondisi Fisik dengan Timnas Indonesia
-
Tim yang Kuat, Pelatih Lebanon Puji Setinggi Langit Timnas Indonesia
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan