- Posisi pelatih Timnas Indonesia memang sedang lowong setelah Patrick Kluivert beserta stafnya dihentikan
- Meski begitu, Shin Tae-yong menegaskan bahwa hatinya masih utuh di Indonesia.
- Nama Shin Tae-yong memang menjadi sosok yang paling diharapkan publik sepak bola Tanah Air untuk kembali.
Suara.com - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong , akhirnya membuka suara mengenai peluang dirinya kembali menukangi skuad Garuda setelah kursi pelatih kepala kembali kosong.
Ia menegaskan hingga kini belum ada komunikasi ataupun tawaran resmi dari PSSI.
Posisi pelatih Timnas Indonesia memang sedang lowong setelah Patrick Kluivert beserta stafnya dihentikan. Kondisi serupa juga terjadi di level U-23 dan U-20 yang belum memiliki arsitek tetap.
Meski begitu, Shin Tae-yong menegaskan bahwa hatinya masih utuh di Indonesia.
Ia bahkan menyebut akan dengan senang hati mempertimbangkan jika PSSI benar-benar datang membawa kesepakatan.
“Jujur saja hati saya akan tetap condong ke timnas Indonesia,” kata Shin Tae-yong dilansir dari Goal Post , Selasa (21/10/2025).
Nama Shin Tae-yong memang menjadi sosok yang paling diharapkan publik sepak bola Tanah Air untuk kembali.
Di bawah asuhannya, Timnas Indonesia pernah menunjukkan perkembangan signifikan dan semangat juang tinggi, meski belum sempat mempersembahkan trofi juara.
Kendati demikian, pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan belum ada kontak resmi dari pihak federasi.
Baca Juga: Cerita Calon Pelatih Timnas Indonesia Akira Nishino Jadi Penyusup: Kalau Ketahuan Bisa Mati
“Dari PSSI belum pernah ada telepon atau tawaran resmi sama sekali,” ia menambahkan.
“Sekali lagi, tidak ada sama sekali,” jelasnya.
Saat ini Shin Tae-yong tengah menganggur setelah berpisah dengan Ulsan HD, klub yang memecatnya usai gagal mengangkat performa tim.
Dalam sepuluh laga terakhirnya, Ulsan hanya mampu meraih dua kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan.
Meski belum mendapat tawaran, Shin mengaku tetap terbuka untuk berlatih lagi, termasuk jika ada kesempatan datang dari Indonesia.
“Kalau nanti ada kesepakatan, tentu saja saya akan mengingatnya,” ujarnya.
“Tapi prinsipnya saya kalau ada tawaran yang baik, saya terbuka kemanapun.”
Ucapan Shin itu seolah menjadi sinyal bahwa pelatih berusia 55 tahun tersebut masih memiliki ikatan emosional yang kuat dengan sepak bola Indonesia — bahkan setelah tak lagi menukangi Garuda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun