-
Jersey Calvin Verdonk di toko resmi Lille ludes terjual hingga tak tersisa.
-
Seorang konten kreator, Mathias, membagikan pengalamannya gagal membeli jersey Verdonk.
-
Fenomena ini menunjukkan besarnya dukungan dan dampak ekonomi Verdonk bagi Lille.
Suara.com - Fenomena efek Calvin Verdonk benar-benar mengguncang Prancis buktinya jersey dengan nameset dirinya ludes terjual di toko resmi klubnya, LOSC Lille.
Kabar sensasional ini terungkap dalam sebuah konten video kolaborasi antara Lille dengan seorang konten kreator bernama Mathias, yang diunggah pada Selasa (21/10/2025) malam WIB.
Dalam video tersebut, Mathias menceritakan pengalamannya saat mencoba membeli jersey dengan nama punggung Calvin Verdonk.
Betapa terkejutnya ia saat staf toko mengatakan bahwa semua stok jersey pemain Timnas ndonesia telah habis tak bersisa.
"Beberapa hari yang lalu, saya datang ke toko (merchandise Lille) dan saya ingin mengecek jersey kamu," kata Mathias.
"Saya bertanya, bagaimana penjualan untuk pemain Indonesia (Verdonk)? Dan mereka bilang, sudah habis terjual," sambungnya.
Ternyata bukan hanya Mathias yang harus pulang dengan tangan hampa. Ia juga bertemu dengan seorang perempuan asal Indonesia yang mengalami nasib serupa.
"Saat itu, ada seorang wanita Indonesia. Ayahnya bekerja untuk PSSI. Dia mencari jersey kamu, tapi ternyata sudah terjual habis, sebenarnya hanya (cari) ketiga atau keempat," kata Mathias.
Jersey keempat Lille menjadi buruan karena dinilai sangat merepresentasikan kota Lille sekaligus Timnas Indonesia karena bercorak Merah Putih.
Baca Juga: Shin Tae-yong Merinding Sekaligus Sedih dengan Aksi Fans Timnas Indonesia, Kenapa?
"Jersey keempat, itu sangat bagus, ya. Warna kota Lille, merah dan putih," ucap Mathias.
Fenomena ludesnya jersey ini menjadi bukti nyata betapa masifnya dukungan yang diterima oleh Calvin Verdonk.
Bahkan sebelum ia benar-benar menjadi starter reguler, Verdonk telah lebih dulu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi klub barunya, Lille.
Berita Terkait
-
Misi Pertahankan Emas SEA Games 2025, Bek Persib Ogah Anggap Remeh Semua Lawan
-
Usai Dipecat Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Jadi Sorotan Asyik Nonton Laga Barcelona
-
Rancang Dua TC Tambahan, Timnas Indonesia U-22 Digenjot Jelang SEA Games 2025
-
Shin Tae-yong: Timnas Indonesia Butuh Pemain yang Lebih Kuat
-
Alex Pastoor Ungkap 'Borok' PSSI ke Dunia, Sistem Sepak Bola Indonesia Jadi Sorotan
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun