- Juventus menghadapi Bodo/Glimt di Norwegia dengan kondisi cuaca dingin ekstrem dan lapangan sintetis sebagai tantangan besar.
- Juventus masih tanpa kemenangan di Liga Champions empat laga, terpuruk di posisi 26 klasemen keseluruhan.
- Pelatih Spalletti menekankan perlunya adaptasi strategi cepat dan rotasi pemain untuk mengatasi keunggulan tuan rumah.
Suara.com - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengakui timnya berada dalam posisi kurang menguntungkan jelang laga penting Liga Champions melawan Bodo/Glimt di Aspmyra Stadion, Norwegia, Selasa malam waktu setempat.
Temperatur ekstrem di bawah nol derajat serta penggunaan lapangan sintetis disebutnya menjadi tantangan besar bagi skuad Bianconeri yang tengah berjuang keluar dari tren negatif di kompetisi Eropa.
Juventus masih belum meraih kemenangan dalam empat laga fase grup Liga Champions musim ini.
Mereka hanya mampu meraih tiga hasil imbang kontra Borussia Dortmund, Villarreal, dan Sporting CP, serta kalah 0-1 dari Real Madrid.
Dengan raihan tiga poin, Juve terdampar di posisi 26 klasemen keseluruhan dan berada di luar zona lolos ke babak gugur.
Di sisi lain, Bodo/Glimt juga sedang berjuang setelah meraih dua imbang dan dua kekalahan.
Meski demikian, faktor cuaca dan kondisi lapangan membuat tuan rumah dinilai memiliki keuntungan signifikan.
Dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Spalletti menegaskan bahwa kondisi di Norwegia menjadi hambatan tersendiri bagi timnya.
“Lapangan dan cuaca adalah kerugian bagi kami. Udara yang dihirup berbeda, dinginnya ekstrem dan kami tidak terbiasa,” ujar Spalletti dilansir dari Football Italia
Baca Juga: Prediksi PSG vs Tottenham: Les Parisiens Waspadai Kebangkitan The Lilywhites
“Ini soal kebiasaan. Kesenjangan ini harus kami tutupi dengan keinginan dan tekad.”
Spalletti menambahkan bahwa Bodo/Glimt bukan hanya kuat karena terbiasa dengan kondisi lokal, tetapi juga karena kemampuan mereka dalam mengidentifikasi dan mengembangkan pemain berkualitas.
“Mereka adalah tim yang sangat terstruktur dan punya nilai tinggi di kompetisi internasional,” lanjutnya.
Pelatih berusia 66 tahun itu juga meminta publik tetap tenang setelah Juventus gagal menang atas Fiorentina akhir pekan lalu.
“Sudah dibuat seolah-olah kami mengalami bencana. Para pemain tidak seburuk itu,” katanya.
“Saya yang pertama mengakui kami harus bekerja lebih keras, tetapi saya melihat tekad dalam tim ini.”
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sempat Stres Soal Paspoortgate, Dean James Tegaskan Komitmennya untuk Timnas Indonesia
-
Mikel Arteta: Rasanya Seperti Pukulan Telak di Wajah
-
Luciano Spalletti Merendah usai Juventus Permalukan Atalanta di Bergamo
-
Bantai Australia 4-0, Vietnam Raih Tempat Ketiga Piala AFF Futsal 2026
-
Link Live Streaming Final Piala AFF Futsal 2026: Timnas Futsal Indonesia vs Thailand
-
Isu Pindah Tuan Rumah Menguat, AFC Tegaskan Piala Asia 2027 Tetap di Arab Saudi
-
Cetak 2 Gol Injury Time untuk VVV Venlo, Dean Zandbergen Kirim Sinyal Bela Timnas Indonesia
-
Jan Olde Riekerink Pasang Target Akhiri Musim di Enam Besar
-
Dorong Sepakbola Putri, IndonesiaPrancis Gelar Coaching Clinic dan Workshop
-
Marc Klok Ingin Tuah GBLA Berlanjut Saat Persib Bandung Hadapi Bali United