-
Persebaya Surabaya resmi memperkenalkan Bruno Paraiba dan Jefferson Silva sebagai pemain asing baru musim ini.
-
Bruno Paraiba berposisi sebagai striker sementara Jefferson Silva akan mengisi lini pertahanan bek kiri.
-
Kedua pemain berasal dari Brasil dan telah berpengalaman bermain di kompetisi Korea serta Brasil.
Suara.com - Manajemen Persebaya Surabaya secara terbuka telah memperkenalkan dua talenta berbakat asal Brasil kepada publik.
Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan performa tim dalam mengarungi kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Kedua pemain yang diproyeksikan menjadi pilar penting tersebut adalah Bruno Paraiba dan juga Jefferson Silva.
Pengumuman resmi mengenai bergabungnya legiun asing ini dilakukan melalui kanal media sosial milik klub kebanggaan Surabaya.
Dalam cuplikan video tersebut, keduanya tampak sangat bangga mengenakan seragam kebesaran klub yang dijuluki Bajol Ijo.
Pihak manajemen memberikan sambutan yang penuh antusiasme untuk memotivasi kedua pemain baru tersebut agar segera beradaptasi.
Harapan besar disematkan kepada mereka agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi prestasi tim di masa depan.
Melalui unggahan di akun resmi, Persebaya secara khusus memperkenalkan identitas dan posisi bermain para penggawa anyarnya.
"lki lho Rek (ini lo teman), Bruno kedua Persebaya, Bruno Paraiba. Paraiba yang berposisi striker tidak datang sendiri. Dia datang bersama Jefferson Silva, pemain kidal yang berposisi bek kiri. Selamat datang Rek, ayo bawa Persebaya terbang lebih tinggi lagi," tulis akun sosial media resmi klub @officialpersebaya.
Baca Juga: Bos Operator Super League Sampai Geleng-geleng Melihat Tendangan Kungfu Hilmi Gimnastiar
Pesan tertulis tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan karier profesional mereka di kancah sepak bola Indonesia yang kompetitif.
Bruno Paraiba bukanlah sosok asing di dunia sepak bola internasional sebelum akhirnya memutuskan untuk mendarat di Surabaya.
Ia sebelumnya tercatat pernah membela salah satu klub di kasta kedua Korea Selatan, yakni Cheonan City FC.
Selama berkarier di K-League 2, pemain ini dikenal memiliki daya jelajah yang sangat tinggi di lapangan.
Kemampuannya dalam menempati posisi penyerang maupun gelandang serang menjadi nilai tambah tersendiri bagi skema permainan tim.
Insting gol yang tajam serta kelincahan dalam membongkar pertahanan lawan menjadi alasan utama Persebaya tertarik memboyongnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
17 Pesawat dan 1.500 Prajurit Tambahan Dikerahkan Tangani Karhutla Kalimantan
-
IHSG Diborong Asing, Cek Saham-saham Rekomendasi Pengamat Hari Ini
-
Gen Z dan Milenial Punya Peran Kuat , Ini Pesan dari Keponakan Prabowo
-
Apa Bedanya Luas dan Keliling? Ini Pengertian, Rumus, dan Contoh Soalnya
-
Ulasan Tunggu Aku Sukses Nanti: Ketika Arti Kesuksesan Bukan Sekadar Materi
-
IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas, Saham Ini Diramal Tahan Banting
-
Gempa M 5,2 Guncang NTT Pagi Ini, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
-
Mengenal Sifat Asli Zodiak Sagitarius yang Suka Kebebasan, Ternyata Sosok Sahabat Setia
-
Tujuh ABK Indonesia Terlantar di Perairan Fiji, Gaji Berbulan-bulan Tak Dibayar
-
Kisah Ajaib Desa Macondo di Serial One Hundred Years of Solitude: Part 1