- Persija Jakarta dipastikan menggunakan lima kendaraan taktis (rantis) untuk pertandingan melawan Persib di GBLA, Minggu (11/1/2026).
- Penggunaan rantis ini merupakan antisipasi keamanan atas arahan kepolisian setelah rapat koordinasi pengamanan pada Kamis (8/1/2026).
- Manajemen Persib dan polisi mengimbau Bobotoh menjaga ketertiban serta mendukung secara sportif, menghindari unsur kebencian.
Suara.com - Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, memastikan Persija Jakarta akan menggunakan rantis atau kendaraan taktis.
Pertandingan Persib Bandung menghadapi Persija Jakarta dijadwalkan akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (11/1/2026).
Menurut Adhitia, untuk pertandingan pekan ke-17 kompetisi BRI Super League 2025/2026 tersebut, lima rantis disiapkan untuk membawa skuad Macan Kemayoran.
Kepastian tersebut didapat, setelah manajemen Persib menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pengamanan Persib vs Persija bersama pihak kepolisian dan jajaran terkait di Polrestabes Bandung, Kamis (8/1/2026).
"Ya pakai rantis. dari hasil rapat terakhir, memang kemungkinan akan ada lima unit rantis," kata Adhitia ditemui setelah kegiatan charity di Padel Plush, Kota Bandung, Jumat (9/1/2026).
Adhitia menuturkan, keputusan penggunaan rantis bagi Persija merupakan antisipasi, guna mencegah hal yang tidak diinginkan.
Meskipun, manajemen Persib merasa optimis pertandingan nanti akan berjalan dengan aman dan lancar seperti musim lalu ketika Macan Kemayoran tandang ke Bandung.
"Ya demi menjaga keamanan lah, kalau kami diarahkan Pak Kapolda untuk selalu berpikir positif, tapi kalau kepolisian selalu berpikir dampak buruk, jadi terburuk dulu. Antisipatif saja, kayanya rantis itu tindakan antisipatif," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Adhitia juga merasa senang dengan hasil rapat koordinasi pengamanan Persib vs Persija, karena semua pihak siap bekerja keras agar laga nanti berjalan dengan aman dan lancar.
Baca Juga: Transfer BRI Super League: Persis Solo Bawa Pulang Alfriyanto Nico dari Persija
"Jujur, kami sangat senang dengan hasil rapat koordinasi keamanan kemarin bersama pihak Polda. Kami melihat sendiri bagaimana pihak kepolisian, Pak Kapolda, Kapolrestabes, benar-benar membantu kami menyiapkan segala hal dari segala aspek pengamanan," ucapnya.
"Makanya pas kami datang kemarin, mereka sudah menyiapkan dari mulai dari kedatangan tim Persija, lalu berangkat ke lapang, perjalanan ke stadion, hingga kepulangan. Semua sudah diatur dengan sangat detail," jelasnya.
Menjelang pertandingan bergengsi ini psywar meningkat, menurut Adhitia hal itu biasa dalam sepak bola, hanya saja pihaknya berpesan agar psywar tersebut masih dalam batas wajar.
"Kami ingin menyebarkan pesan positif, bahwa psywar itu boleh, tapi dalam konteks meramaikan pertandingan, bukan dalam konteks menyebarkan kebencian," ungkapnya.
Manajemen Persib dan pihak kepolisian juga mengimbau Bobotoh untuk memberikan dukungan secara sportif dan tidak melakukan tindakan yang merugikan tim maupun Bobotoh sendiri.
"Kami menghimbau, pesan dari Pak Kapolda juga mengimbau kepada seluruh Bobotoh untuk pertandingan besok, tetap positif, menyebarkan kata-kata positif, menjaga aura positif. Rivalitas tetap harus dijaga, dalam ranah konteks keseruan sepak bola," ujarnya.
"Tapi tolong hindari ranah ranah kebencian, karena bagaimana pun yang tadi sudah disampaikan, kita ini football family, seharusnya berhenti setelah 90 menit, setelah itu kita semua kembali menjadi saudara, termasuk dengan Persija," tegasnya.
Kontributor : Rahman
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
John Herdman Langsung Dapat Tantangan dari PSSI Jelang FIFA Series 2026
-
Cerita Pemain Jepang Yusuke Sasa Main di Tangerang, Depok hingga Jadi Mualaf di Bogor
-
Menemukan Ketenangan dalam Islam Usai Pensiun, Cerita Bek Nyentrik Abel Xavier yang Mualaf
-
Pundit Belanda Desak Maarten Paes Cs Tak Lagi Dilatih Fred Grim
-
Snoop Dogg Bikin Heboh di Swansea City, Pelatih Lawan Spill Bau Tak Biasa di Lorong Stadion
-
Maarten Paes Baru Debut di Ajax, Posisinya Justru Terancam Karena Kebijakan Jordi Cruyff
-
Inter Milan Disingkirkan Bodo/Glimt, Cristian Chivu Bakal Diganti Diego Simeone?
-
Jelang Juventus vs Galatasaray, Okan Buruk Ingatkan Victor Osimhen Cs Tetap Injak Bumi
-
4 Bintang Naturalisasi Timnas Indonesia yang Memilih Menjadi Mualaf
-
3 Pemain Timnas Indonesia Berjuang untuk Terhindar dari Zona Degradasi