-
Emil Audero melakukan empat penyelamatan krusial dalam laga Cremonese melawan Hellas Verona.
-
Pertandingan berakhir imbang 0-0 meski Hellas Verona melepaskan sebelas tembakan ke gawang.
-
Hasil ini membuat Cremonese naik ke posisi 12 klasemen sementara Liga Italia.
Suara.com - Pertempuran sengit terjadi di Stadion Giovanni Zini saat tuan rumah menjamu tim tamu pada Selasa dini hari WIB.
Penjaga gawang keturunan Indonesia Emil Audero Mulyadi menjadi aktor intelektual di balik keberhasilan timnya meraih poin.
Pertandingan pekan ke-21 Liga Italia musim 2025/26 ini berakhir tanpa ada satu pun gol yang tercipta.
Cremonese harus puas berbagi angka dengan Hellas Verona meski bermain di hadapan pendukung mereka sendiri secara langsung.
Ketangguhan lini pertahanan yang dikomandoi oleh Audero menjadi pembeda kualitas dalam jalannya laga yang sangat ketat.
Kiper utama Timnas Indonesia tersebut menunjukkan kelasnya dengan menggagalkan berbagai peluang emas yang diciptakan lawan.
Berdasarkan data statistik resmi ia berhasil membukukan total empat penyelamatan yang sangat menentukan hasil akhir.
Dua dari penyelamatan tersebut dilakukan terhadap tembakan jarak dekat yang dilepaskan pemain lawan dari dalam kotak penalti.
Ketenangan Audero di bawah mistar gawang membuat barisan penyerang tim tamu merasa frustrasi sepanjang waktu normal pertandingan.
Baca Juga: Gol Niclas Fullkrug Antar AC Milan Sikat Lecce dan Naik ke Posisi Dua Klasemen Sementara
Aksi sigapnya memastikan gawang tuan rumah tidak ternoda oleh serangan balik cepat yang dilancarkan oleh skuad Verona.
Hellas Verona sebenarnya tampil jauh lebih mengancam dengan melepaskan sebanyak 11 tembakan ke arah pertahanan lawan.
Dari total upaya tersebut tercatat ada empat tendangan akurat yang mengarah tepat ke target gawang Cremonese.
Sebaliknya tuan rumah Cremonese justru mendominasi penguasaan bola yang mencapai angka 53 persen selama laga berlangsung.
Kendati unggul dalam mengatur ritme permainan tim asuhan tuan rumah hanya mampu menciptakan lima percobaan tembakan saja.
Kurangnya efektivitas di lini depan membuat penguasaan bola yang dominan tersebut tidak menghasilkan keuntungan skor yang nyata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
Terkini
-
Bus Alisman Kecelakaan di Padang, 8 Orang Terluka
-
BKSAP Tutup Kaukus AIPA, Tekankan Implementasi Resolusi untuk Masyarakat ASEAN
-
Pendapatan Anjlok, Laba Bersih Adhi Karya Tiba-tiba Melesat 12,6%
-
Warisan 1.300 Tahun di Tibet, Barkhor dan Potala Jadi Magnet Wisata Lhasa
-
Final Piala Dunia 2026 Mengingatkan Saya pada Pesan Ayah soal Judi Bola
-
Kilang Plaju Mulai Salurkan Biosolar B50, Pasokan Energi Sumatera Bagian Selatan Masuk Babak Baru
-
Mengenal Parijoto: Buah Mitos Kesuburan dari Gunung Muria yang Kini Dilirik Sains
-
Installer AC Indonesia Punya Kesempatan Tampil di ASEAN, MCFIT 2026 Resmi Bergulir
-
Dakwaan Batal, Dokter Tifa Ngaku Sudah Siapkan 709 Dokumen Jika Eksepsinya Ditolak Hakim
-
Tragedi KM Nurul Salsa, Gubernur Sulsel Usulkan Kapal Cepat Siaga di Selayar