-
Fajar Fathurrahman merasa bahagia dan cepat beradaptasi dengan lingkungan baru di Persija Jakarta.
-
Pemain asal Manokwari ini mengakui adanya perbedaan taktik yang cukup signifikan dari pelatih sebelumnya.
-
Fasilitas kebugaran dan ruang ganti Persija yang modern sangat menunjang kenyamanan pemain saat berlatih.
Suara.com - Awal perjalanan karier Fajar Fathurrahman bersama tim ibu kota, Persija Jakarta, dimulai dengan nuansa yang sangat menggembirakan.
Bek sayap yang kini menginjak usia 23 tahun tersebut mengungkapkan rasa bahagianya setelah resmi berseragam Macan Kemayoran.
Mantan penggawa Borneo FC ini terlihat sangat menikmati setiap sesi yang ia jalani di lingkungan kerja barunya.
Sejak menginjakkan kaki di Persija Training Ground, Fajar merasa proses integrasi dirinya dengan tim berjalan tanpa hambatan berarti.
Dirinya tidak menemukan kendala besar dalam menyesuaikan diri dengan rekan setim maupun suasana di dalam lapangan.
Keceriaan terpancar jelas dari wajah pemain kelahiran Manokwari ini saat menceritakan pengalaman perdana berlatih bersama skuad.
Meskipun suasana tim penuh dengan keakraban, Fajar menegaskan bahwa profesionalisme tetap menjadi prioritas utama saat bekerja.
“Adaptasi berjalan lancar. Banyak senyumnya juga di sini, tapi yang terpenting saat latihan kami tetap serius," kata Fajar dilansir dari laman resmi klub, Rabu (21/1/2026).
Kelancaran proses transisi ini membuat Fajar merasa sangat bersyukur karena bisa diterima dengan sangat baik oleh lingkungan barunya.
Baca Juga: Dear Persija Jakarta, Jangan Buru-buru Angkut Ivar Jenner
Ia merasa pola kerja yang ada tidak memiliki perbedaan yang terlalu kontras jika dibandingkan dengan klub lamanya.
“Proses adaptasinya cukup cepat karena tidak terlalu jauh berbeda dengan tim sebelumnya, dan alhamdulillah bisa menyesuaikan diri dengan baik,” jelasnya.
Walaupun proses perkenalan diri berjalan mulus, Fajar menyadari adanya tantangan besar yang harus ia taklukkan segera.
Tantangan utama tersebut muncul dari sisi teknis permainan yang diinstruksikan oleh tim pelatih Persija saat ini.
Pemain muda berbakat ini dituntut untuk segera memahami filosofi sepak bola yang mungkin belum pernah ia temui sebelumnya.
Perbedaan gaya kepemimpinan pelatih menjadi faktor utama yang mengharuskan Fajar bekerja lebih keras di atas rumput.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun
-
Peneliti Politik Hukum Beberkan Dugaan Anatomi Korupsi Eks Jampidsus
-
Di Hadapan Prabowo, Ijtima Ulama Sampaikan 3 Rekomendasi Strategis untuk Bangsa
-
Di Depan Prabowo, PKB Ngaku Siap Jadi Bagian Utama Wujudkan Anggaran Pro Rakyat
-
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Sepakati Penguatan Investigasi dan Pertukaran Intelijen
-
Canda Cak Imin ke PKS: Tak Apa Kalah Main Mini Soccer, Asal Jangan Jumlah Kursi