- Hijrahnya sejumlah pemain naturalisasi dan abroad Timnas Indonesia ke klub Super League seperti Persija dan Persib memicu perdebatan sengit di media sosial.
- Sebagian netizen mendukung keputusan tersebut sebagai hak profesional, sementara sebagian lainnya khawatir langkah ini akan menurunkan kualitas dan daya saing pemain.
- Tren ini mengikuti jejak Thom Haye hingga Jordi Amat, dan kini nama Ivar Jenner serta Ragnar Oratmangoen juga santer diisukan akan merapat ke liga lokal.
Suara.com - Fenomena eksodus pemain naturalisasi dan abroad Timnas Indonesia ke kompetisi Super League kini menjadi perbincangan hangat yang membelah opini publik di media sosial.
Gelombang kepulangan para pemain yang sebelumnya berkarier di Eropa ini memicu perdebatan sengit mengenai dampak positif dan negatifnya bagi masa depan sepak bola nasional.
Tren ini semakin kencang setelah dua penggawa Garuda anyar, Shayne Pattynama dan Dion Markx, secara resmi diumumkan bergabung dengan Persija Jakarta dan Persib Bandung.
Keduanya mengikuti jejak para senior yang sudah lebih dulu merumput di Tanah Air sejak awal musim 2025/2026, seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, Jordi Amat, Rafael Struick, hingga Jens Raven.
Isu ini diprediksi belum akan berhenti karena nama gelandang muda Ivar Jenner kini santer dikaitkan dengan Dewa United dan Persija Jakarta.
Bahkan, rumor lain yang tak kalah ramai adalah potensi kedatangan Mauro Zijlstra dan Ragnar Oratmangoen ke liga domestik, di mana nama terakhir dihubungkan dengan Persib.
Jika semua rumor ini terwujud, jumlah pemain Timnas Indonesia yang berkarier di luar negeri, terutama Eropa, akan berkurang drastis.
Kondisi inilah yang memicu pro dan kontra di kalangan suporter dan pengamat sepak bola di dunia maya.
Sebagian netizen memandang fenomena ini sebagai hal yang wajar dan merupakan hak profesional setiap pemain untuk menentukan kariernya.
Baca Juga: Media Vietnam Soroti Banyak Pemain Naturalisasi Gabung Super League Demi Juara Piala AFF 2026
“Itu urusan klub dan pemain, tidak ada aturan naturalisasi wajib main di luar negeri,” tulis seorang netizen dalam sebuah kolom komentar.
Ada pula yang berpendapat bahwa kehadiran mereka di liga lokal justru bagus untuk menguji kualitas dan adaptasi dengan atmosfer sepak bola Indonesia secara langsung.
Namun, tidak sedikit pula yang menyayangkan tren "pulang kampung" ini karena dianggap berisiko menurunkan level permainan dan daya saing sang pemain.
“Negara lain jaga pemain abroad, kita malah suruh pulang, kualitas liga bisa stagnan,” komentar warganet lain dengan nada khawatir.
Meskipun pandangan terbelah, mayoritas netizen sepakat bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan para pemain sebagai seorang profesional.
Kini, menarik untuk dinantikan apakah gelombang ini akan terus berlanjut atau justru ada pemain lokal yang termotivasi untuk mengikuti jejak sebaliknya dengan berkarier di luar negeri.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard