-
Jordi Amat raih Man of the Match saat Persija menang 1-0 atas Bali United.
-
Perubahan posisi menjadi gelandang menjadi kunci sukses Jordi Amat di Stadion Gianyar.
-
Jordi Amat merasa bangga dan berseloroh ingin berganti posisi secara permanen di tim.
Suara.com - Panggung Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi saksi bisu transformasi luar biasa seorang Jordi Amat.
Pemain naturalisasi ini tampil memukau saat memperkuat Persija Jakarta dalam laga tandang kontra Bali United, Minggu (15/2/2026).
Meskipun datang sebagai tamu, Macan Kemayoran berhasil mencuri poin penuh melalui kemenangan tipis dengan skor akhir 1-0.
Kejutan terbesar dalam pertandingan tersebut bukan hanya skor akhir, melainkan peran baru yang diemban oleh Jordi Amat.
Biasanya ia dikenal sebagai tembok kokoh di lini belakang, namun kali ini ia dipercaya mengawal lini tengah.
Keputusan strategi ini terbukti sangat ampuh dalam meredam agresivitas serangan tuan rumah sejak menit awal pertandingan.
Jordi Amat tidak hanya bertugas memutus aliran bola lawan, tetapi juga menjadi kreator utama dalam membangun serangan tim.
Efektivitas permainannya di posisi gelandang membuat lini tengah Persija Jakarta tampil jauh lebih dominan dan terorganisir.
Berkat kontribusi signifikannya tersebut, ia dinobatkan sebagai pemain terbaik atau Man of the Match dalam laga panas itu.
Baca Juga: Profil dan Statistik Ronald Koeman Jr, Anak Legenda Belanda yang Ingin Direkrut Persib
Penghargaan ini terasa sangat emosional bagi mantan pemain Johor Darul Ta'zim tersebut karena diraih di posisi yang tidak biasa.
Usai laga berakhir, Jordi tampak masih tidak percaya dengan prestasi individu yang baru saja ia dapatkan di lapangan.
Ia merasa bahwa penghargaan tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh elemen tim yang berjuang tanpa lelah.
Kepada para jurnalis, ia meluapkan rasa syukurnya atas kemenangan krusial yang diraih Persija Jakarta di markas lawan.
“Saya sangat bahagia untuk momen ini. Saya harus bilang bahwa saya tidak menyangka hal ini," kata Jordi kepada awak media.
Kerendahan hati pemain berpengalaman ini terlihat saat ia justru memberikan apresiasi tinggi kepada rekan-rekan setimnya yang lain.
Baginya, kemenangan kolektif jauh lebih berharga dibandingkan sekadar gelar individu yang disematkan kepadanya malam itu.
Dukungan para suporter yang hadir langsung di Gianyar juga menjadi suntikan motivasi tambahan bagi seluruh punggawa Macan Kemayoran.
“Tapi ya, bangga bisa meraih kemenangan. Terima kasih untuk semua rekan setim saya, juga untuk semua pendukung yang datang,” jelasnya.
Pergeseran posisi dari bek tengah menjadi gelandang bertahan ternyata mampu ia jalankan dengan kualitas teknis yang sangat mumpuni.
Fleksibilitas taktik yang ditunjukkan Jordi Amat memberikan dimensi baru bagi skema permainan Persija Jakarta di musim ini.
Kesuksesan menjalankan peran sebagai "metronom" tim membuatnya merasa sangat bangga sekaligus terkejut dengan potensi dirinya sendiri.
Bahkan ia sempat berseloroh mengenai kemungkinan dirinya akan terus menempati posisi barunya tersebut di pertandingan-pertandingan mendatang.
“Gila rasanya bisa memenangkan penghargaan Man of the Match bermain sebagai gelandang. Tapi mungkin saya harus ganti posisi," ucapnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa nyamannya Jordi Amat saat harus berjibaku mengatur ritme permainan dari sektor tengah lapangan.
Ia berharap momentum positif ini bisa terus berlanjut demi membawa Persija Jakarta bersaing di papan atas klasemen liga.
Kemenangan atas Bali United menjadi modal berharga bagi skuad asuhan Macan Kemayoran untuk menatap laga-laga selanjutnya yang semakin berat.
Kehadiran sosok pemimpin seperti Jordi Amat di lini tengah diyakini akan memberikan stabilitas yang dibutuhkan oleh tim dalam jangka panjang.
Antusiasme tinggi terpancar dari wajahnya saat membahas prospek masa depan tim dalam persaingan ketat di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Jadi, sangat bahagia, sangat senang bisa membantu dan semoga masih banyak lagi yang akan datang,” pungkas eks pemain Johor Darul Ta'zim itu.
Hasil positif di Gianyar ini sekaligus memutus tren negatif dan membuktikan bahwa strategi adaptasi pemain bisa menjadi kunci kemenangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Puasa 2026 Besok? Jadwal Laga Liga Champions Untuk Teman Makan Sahur Dinihari Nanti
-
Toleransi Tinggi, Liga Inggris Lanjutkan Tradisi Jeda Laga untuk Pemain Muslim Buka Puasa
-
Jay Idzes Masih Jadi Kapten Timnas Indonesia Era John Herdman?
-
Persija Curi Tiga Poin di Bali, Maxwell: Kami Berjuang dari Menit Pertama hingga Akhir!
-
Mengejutkan! Manchester United Sempat Dekati Pahlawan Liverpool
-
Terungkap Isi Diskusi Panjang Shayne Pattynama dengan John Herdman
-
Gacor Tampil Sebagai Gelandang, Jordi Amat: Gila Rasanya!
-
Agen Blak-blakan Manchester United dan Chelsea Ingin Rekrut Jurgen Klopp
-
Hasil Undian Piala FA Babak Kelima: Liverpool vs Wolves, Man City Tantang Newcastle
-
2 Faktor yang Bikin Ronald Koeman Jr Mau Main di Persib, Pundit Belanda: Itu Kesempatan Emas!