Bola / Bola Indonesia
Senin, 23 Februari 2026 | 09:53 WIB
Tony Kouwen (IG Tony Kouwen)
Baca 10 detik
  • Tony Kouwen menjalani trial selama satu pekan sebagai kiper di klub Atletico Madrid.

  • Aaron Liam Suitela akan mengikuti trial satu bulan bersama klub Spanyol SD Huesca.

  • Kedua pemain keturunan ini berpotensi menjadi aset penting bagi masa depan Timnas Indonesia.

Suara.com - Gelombang talenta pemain keturunan Indonesia yang berkarier di kancah internasional kembali memberikan kabar yang menggembirakan.

Negeri Matador kini menjadi saksi perjuangan dua pesepak bola keturunan yang sedang berupaya menembus kompetisi elit Liga Spanyol.

Kabar mengenai potensi besar ini bukan sekadar isapan jempol belaka bagi para pencinta sepak bola nasional.

Dua pemuda berbakat ini memiliki latar belakang berbeda namun membawa misi yang sama di tanah Spanyol.

Fokus pertama jatuh kepada sosok penjaga gawang muda berbakat bernama Tony Kouwen yang mendapat undangan istimewa.

Tony Kouwen secara mengejutkan mendapatkan kesempatan berharga untuk melakukan trial bersama tim raksasa, Atlético Madrid.

Informasi ini pertama kali tersiar melalui unggahan dari akun media sosial Instagram @futboll.indonesiaa beberapa waktu lalu.

"Kiper berdarah Indonesia, Tony Kouwen mendapatkan undangan trial bersama Atletico Madrid selama satu minggu," tulis akun tersebut.

Menjalani evaluasi di klub sekelas Los Rojiblancos tentu merupakan sebuah pencapaian yang sangat luar biasa bagi pemain muda.

Baca Juga: 2 Pemain Keturunan Trial di Klub Spanyol, Bisa Jadi Tumpuan Masa Depan Timnas Indonesia

Klub yang kini bermarkas di Stadion Civitas Metropolitano tersebut memang sangat tersohor dengan pola pembinaan pemain yang ketat.

Atletico Madrid di bawah asuhan pelatih bertangan dingin Diego Simeone telah menjelma menjadi kekuatan yang sangat menakutkan.

Reputasi mereka dalam mencetak pemain kelas dunia menjadikan trial ini sebagai momen yang sangat krusial bagi Tony.

Menariknya, agenda trial yang dijalani oleh Tony ini juga dibumbui dengan sebuah kode keras untuk federasi.

Corrina Kouwen selaku sang ibu mengunggah momen buah hatinya berlatih sambil menandai akun resmi milik @timnasindonesia.

Langkah berani tersebut langsung memicu berbagai spekulasi positif mengenai kesediaannya untuk memperkuat skuat Garuda di masa depan.

Selain sektor penjaga gawang, sektor pemain lapangan juga mengirimkan wakil keturunannya untuk mencoba peruntungan di Spanyol.

Sosok tersebut adalah Aaron Liam Suitela yang sebenarnya bukan nama asing bagi telinga para penggemar sepak bola.

Langkah ini diambil Aaron untuk terus meningkatkan level kompetensi bermainnya di lingkungan sepak bola yang lebih kompetitif.

Klub tujuannya yaitu SD Huesca merupakan tim yang memiliki sejarah bermain di kasta tertinggi Liga Spanyol atau La Liga.

SD Huesca saat ini memang dikenal sangat aktif dalam menjaring dan mengasah talenta-talenta muda dari berbagai belahan dunia.

Aaron sendiri sebelumnya pernah mencicipi ketatnya persaingan di pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17 pada tahun 2023.

Saat itu ia dipanggil sebagai bagian dari persiapan Indonesia untuk menghadapi ajang bergengsi Piala Dunia U-17.

Meskipun akhirnya ia tidak terpilih masuk ke dalam skuat final asuhan Bima Sakti, pengalaman itu sangat berharga.

Kegagalan menembus tim utama saat itu justru menjadi pemantik semangat bagi Aaron untuk berkarier di luar negeri.

Durasi trial selama satu bulan di Spanyol akan menjadi panggung pembuktian yang sesungguhnya bagi kemampuan fisik Aaron.

Waktu satu bulan merupakan durasi yang cukup bagi tim pelatih Huesca untuk memantau adaptasi taktik sang pemain.

Spanyol memang menjadi destinasi impian banyak pemain muda karena gaya mainnya yang sangat mengandalkan kecerdasan teknis.

Akademi sepak bola di sana sangat menitikberatkan pada penguasaan bola serta disiplin posisi yang sangat luar biasa.

Bagi pemain berdarah Indonesia, menimba ilmu di Spanyol adalah investasi besar bagi kemajuan kualitas individu mereka masing-masing.

Peningkatan kualitas para pemain ini nantinya tentu akan membawa dampak yang sangat positif bagi perkembangan Timnas Indonesia.

Kehadiran Tony Kouwen dan Aaron Liam Suitela kini memperpanjang daftar panjang pemain diaspora yang masuk radar nasional.

PSSI sendiri dalam beberapa tahun terakhir memang sangat gencar mencari pemain keturunan berkualitas di benua biru Eropa.

Strategi ini dilakukan semata-mata untuk meningkatkan daya saing tim nasional di level kompetisi internasional yang lebih tinggi.

Jika keduanya berhasil tampil impresif di Spanyol, maka pintu menuju karier profesional kelas dunia akan terbuka lebar.

Keberhasilan mereka di Spanyol juga akan menjadi inspirasi bagi talenta lokal lainnya untuk berani merantau ke luar.

Dukungan dari publik sepak bola tanah air sangat diharapkan agar proses trial kedua pemain ini berjalan lancar.

Peluang Tony untuk bergabung dengan Atletico Madrid bisa menjadi sejarah baru bagi posisi kiper di Indonesia.

Sementara itu, konsistensi Aaron di SD Huesca akan membuktikan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di liga teknis.

Kombinasi antara bakat alami dan pendidikan sepak bola Eropa adalah formula yang selama ini dicari oleh PSSI.

Kita nantikan saja perkembangan selanjutnya dari dua mutiara keturunan Indonesia ini dalam beberapa bulan ke depan.

Semoga hasil trial ini membuahkan kontrak profesional yang bisa membanggakan nama Indonesia di kancah sepak bola dunia.

Setiap tetes keringat mereka di Spanyol adalah harapan baru bagi kejayaan sepak bola Merah Putih di masa depan.

Load More