- Klub NAC Breda menggugat keabsahan Dean James bermain di Liga Belanda karena sang bek dianggap telah resmi berstatus WNI sejak Maret 2025.
- Direktur Go Ahead Eagles Van Dop membantah keras tudingan itu karena data resmi pemerintah Belanda masih mencatat status Dean James sebagai warga negaranya.
- Polemik ini memunculkan tanda tanya terkait ketersediaan Dean James dalam daftar 24 pemain Timnas Indonesia asuhan John Herdman di FIFA Series 2026.
Suara.com - Kabar kurang sedap menghampiri persiapan skuad Garuda jelang ajang FIFA Series 2026 menyusul adanya polemik status kewarganegaraan yang menyeret nama Dean James di Belanda.
Pemain andalan Timnas Indonesia tersebut baru-baru ini digugat oleh klub NAC Breda karena dianggap tidak sah bermain di kompetisi kasta tertinggi Eredivisie.
Gugatan ini langsung memunculkan tanda tanya di kalangan penggemar terkait potensi batalnya sang bek kiri bergabung dengan pemusatan latihan asuhan pelatih John Herdman di Jakarta.
Pihak NAC Breda secara blak-blakan menuding klub Go Ahead Eagles telah melakukan pelanggaran administrasi karena tetap mendaftarkan sang pemain sebagai warga negara Belanda.
Padahal, pesepak bola keturunan Surabaya itu diketahui telah resmi menjalani proses naturalisasi sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) pada tanggal 10 Maret 2025 di Roma, Italia.
Proses pengambilan sumpah setia itu bahkan dilakukannya bersamaan dengan dua pemain keturunan lainnya yakni Emil Audero dan Joey Pelupessy.
Sejak resmi menjadi WNI, ia telah mencatatkan lima kali penampilan bersama skuad Merah Putih di laga uji coba internasional maupun Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Menyikapi tudingan serius dari tim rival, Direktur Go Ahead Eagles yakni Jan-Willem van Dop akhirnya buka suara untuk memberikan klarifikasi panjang lebar.
Manajemen klub bersikeras bahwa sang pemain masih sah terdaftar sebagai warga negara Belanda berdasarkan data resmi dari sistem pemerintahan setempat.
Baca Juga: Beckham Putra Tunda Mudik Demi Timnas Indonesia, Siap Jawab Kepercayaan John Herdman
“Kami login ke Mijn Overheid, dan di sana tertulis jelas, kewarganegaraan Belanda,” kata Van Dop seperti dilansir dari Oost.
Petinggi klub tersebut menanggapi sangat santai laporan administratif yang diajukan oleh pihak lawan ke otoritas liga.
“Saya bahkan tidak berdebat. Saya hanya bilang, ‘silakan, semoga sukses’,” ujar Van Dop.
Menurut pandangannya, keberatan yang diajukan oleh NAC Breda terasa cukup janggal karena kasus serupa di masa lalu tidak pernah berujung pada pengulangan pertandingan.
“Dulu hanya kena denda, tidak ada laga ulang. Kenapa sekarang harus berbeda?” kata Van Dop.
Pihaknya bahkan menyatakan siap mengambil langkah hukum yang tegas jika otoritas sepak bola memberikan perlakuan yang tidak adil kepada klubnya.
Berita Terkait
-
Polemik Status Warga Negara Dean James Masuk Laporan KNVB
-
Respons Jay Idzes Jelang Dilatih John Herdman, Tebar Optimisme ke Timnas Indonesia
-
Ekspresi Elkan Baggott Jadi Sorotan usai Kembali Gabung Timnas Indonesia
-
Bos Go Ahead Eagles Pasang Badan untuk Dean James, Sebut NAC Breda Ketakutan Degradasi
-
Elkan Baggott Tiba di Jakarta, Comeback 'Anak Lanang' Bakal Jadi Pembeda?
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung