- John Herdman sukses menerapkan taktik 4-4-2 Hybrid yang cair dan bisa bertransformasi menjadi 3-2-5 saat menyerang di laga debutnya.
- Kunci dari skema ini adalah peran bebas Beckham Putra sebagai roaming winger dan Ole Romeny sebagai roaming playmaker.
- Pertandingan melawan Bulgaria akan menjadi ujian sesungguhnya, apakah Herdman akan tetap menggunakan taktik ini atau beralih ke pendekatan yang lebih defensif.
Suara.com - Era baru Timnas Indonesia di bawah komando John Herdman telah dimulai, dan debut manis saat melawan Saint Kitts and Nevis langsung memunculkan berbagai analisis taktis.
Taktik 4-4-2 Hybrid yang cair dan adaptif menjadi sorotan utama, memunculkan pertanyaan besar apakah skema yang sama akan diterapkan lagi saat menghadapi lawan yang jauh lebih tangguh, Timnas Bulgaria?
Pertandingan final FIFA Series 2026 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Senin (30/3/2026) malam ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi racikan strategi sang pelatih asal Inggris.
Dalam laga debutnya, Herdman secara mengejutkan memasang Rizky Ridho sebagai bek kanan dan Dony Tri Pamungkas di sisi kiri.
Menyitat kanal YouTube Ruang Taktik FC, keputusan ini ternyata merupakan kunci dari sistem hibrida yang ia terapkan, di mana formasi bisa bertransformasi dari 4-4-2 menjadi 3-2-5 saat menyerang.
Saat membangun serangan, Rizky Ridho tidak diberi lisensi untuk naik, melainkan tetap di belakang untuk membentuk formasi tiga bek bersama Jay Idzes dan Elkan Baggott.
Peran menyerang di sisi sayap kemudian dijalankan sepenuhnya oleh Dony Tri dan Kevin Diks yang naik tinggi.
Di lini tengah, Jordi Amat dan Calvin Verdonk berperan sebagai double pivot yang menjaga keseimbangan tim.
Fleksibilitas permainan semakin terlihat dengan peran bebas yang diberikan kepada Beckham Putra dan Ole Romeny.
Baca Juga: Pelatih Bulgaria Soroti 2 Pemain Timnas Indonesia Sebagai Ancaman
Beckham yang berposisi sebagai winger kiri kerap bergerak ke tengah (roaming) untuk membuka ruang bagi Dony Tri yang melakukan overlap.
Sementara itu, Ole Romeny yang berstatus striker diberi kebebasan untuk turun menjemput bola, berperan layaknya seorang playmaker nomor 10.
Pergerakan cair dari dua pemain ini terbukti sangat efektif membongkar pertahanan lawan yang mencoba menerapkan blokade rapat.
Gol pertama yang dicetak Beckham Putra menjadi bukti nyata keberhasilan taktik ini.
Berawal dari pergerakan Romeny yang turun dan menarik perhatian bek lawan, ia kemudian melepaskan umpan terobosan matang yang dieksekusi dengan sempurna oleh Beckham.
Selain itu, skema serangan langsung dengan umpan panjang ke belakang garis pertahanan lawan juga menjadi senjata andalan.
Berita Terkait
-
Bantai Lawan Sebelum Hadapi Timnas Indonesia, Bulgaria Punya 3 Pemain Berbahaya
-
4 Bintang Persija Bersinar Bersama Timnas Indonesia, Jordi Amat Bongkar Rahasianya
-
Utak Atik Duel Laga Timnas Indonesia Vs Bulgaria, Ujian di Semua Lini
-
Eks Pelatih Timnas Indonesia Justru Dukung Bulgaria Juara FIFA Series 2026
-
Tampil Gemilang Bersama Timnas Indonesia, Dony Tri Pamungkas Merendah
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Jurgen Klopp Buka Peluang Latih Timnas Jerman
-
Data dan Fakta usai Brasil Hajar Jepang: Rekor Casemiro hingga Kutukan Samurai Biru
-
Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal
-
Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia
-
Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
-
Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun
-
Mariano Peralta Pilih Persib Dibanding Persija karena Ingin Tampil di Asia?
-
Martinelli: Kami Percaya Diri karena Carlo Ancelotti Bersikap Tenang di Pinggir Lapangan