Bola / Bola Indonesia
Senin, 04 Mei 2026 | 14:30 WIB
Pemain Garudayaksa, Andik Vermansah. (Instagram/@garudayaksafc.official)
Baca 10 detik
  • Andik Vermansah muncul sebagai kandidat kuat Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026 karena performa impresif di klub.
  • Pelatih John Herdman mempertimbangkan Andik guna mengatasi keterbatasan skuad akibat absennya para pemain yang berkarier di Eropa.
  • Berbekal catatan 13 assist musim ini, pengalaman internasional Andik diharapkan mampu memperkuat kreativitas lini serang Timnas Indonesia.

Suara.com - Di tengah keterbatasan opsi pemain untuk Piala AFF 2026, satu nama veteran secara mengejutkan mencuat sebagai kandidat kuat untuk kembali mengenakan seragam Merah Putih yakni Andik Vermansah.

Performa impresifnya di level klub dinilai bisa menjadi solusi bagi pelatih John Herdman.

Seperti diketahui, skuad Garuda dipastikan tidak akan bisa turun dengan kekuatan penuh di turnamen paling bergengsi se-Asia Tenggara tersebut.

Karena tidak masuk kalender FIFA, para pemain yang merumput di Eropa kemungkinan besar tidak akan dilepas oleh klubnya.

Situasi ini memaksa Herdman untuk memaksimalkan potensi dari kompetisi domestik.

Di sinilah nama Andik Vermansah menjadi relevan. Meskipun usianya sudah menginjak 34 tahun, performanya bersama Garudayaksa FC musim ini justru sangat luar biasa.

Ia tampil sebagai figur sentral dan menjadi motor serangan tim. Statistiknya pun berbicara lantang.

Sepanjang musim, Andik telah mencatatkan dua gol dan 13 assist dari 23 penampilannya.

Catatan assist tersebut bahkan menobatkannya sebagai raja assist di kompetisi kasta kedua Liga Indonesia, Championship.

Baca Juga: RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League

Kontribusi krusialnya terbukti saat ia menjadi arsitek di balik kemenangan 3-1 atas Persikad Depok, sebuah laga yang memastikan tiket promosi Garudayaksa FC ke Super League.

Visi bermain dan umpan-umpan matangnya kerap menjadi pembeda di momen-momen penting.

Bagi Timnas Indonesia, Andik bukanlah sosok baru. Sejak debutnya pada 2012, ia telah mengoleksi 30 caps dan menyumbang dua gol.

Pengalaman internasional yang kaya ini, ditambah dengan kemampuannya sebagai pemimpin di lapangan, bisa menjadi aset yang sangat berharga untuk membimbing para pemain muda dalam skuad.

Dengan tak bisa dipanggilnya pemain abroad, memanggil kembali seorang raja assist yang sedang dalam performa puncak bisa menjadi langkah cerdik dari John Herdman untuk menambah kreativitas dan pengalaman di lini serang Timnas Indonesia.

Load More