- Timnas Korea Selatan akan kembali berkompetisi pada Piala Dunia FIFA 2026 dengan target melampaui pencapaian sejarah sebelumnya.
- Skuad ini mengandalkan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda yang bermain di liga top Eropa untuk bersaing.
- Korea Selatan merupakan tim Asia paling konsisten yang pernah menembus semifinal Piala Dunia pada tahun 2002 silam.
Suara.com - Timnas Korea Selatan kembali menjadi salah satu wakil Asia yang patut diperhitungkan di ajang Piala Dunia FIFA 2026.
Dengan sejarah panjang dan pengalaman tampil di level tertinggi, skuad Negeri Ginseng datang dengan ambisi melampaui pencapaian sebelumnya dan membuktikan diri sebagai kekuatan global.
Korea Selatan dikenal sebagai tim Asia paling konsisten di Piala Dunia, dengan penampilan beruntun sejak 1986.
Prestasi terbaik mereka terjadi pada Piala Dunia FIFA 2002 saat menjadi tuan rumah bersama Jepang, di mana mereka sukses menembus semifinal.
Capaian tersebut masih menjadi tonggak bersejarah bagi sepak bola Asia hingga saat ini.
Misi Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026
Memasuki edisi 2026, kekuatan utama Korea Selatan bertumpu pada kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda.
Kapten tim Son Heung-min tetap menjadi sosok sentral di lini serang. Kecepatan, kreativitas, dan ketajamannya di depan gawang menjadikannya ancaman utama bagi lawan.
Selain itu, muncul pula generasi baru yang bermain di liga-liga top Eropa, memberikan kedalaman skuad yang lebih solid dibandingkan edisi sebelumnya.
Baca Juga: Pastikan Hadir di Piala Dunia 2026, Iran Kirim Ultimatum ke AS: Jangan Hina IRGC!
Dari sisi taktik, Korea Selatan dikenal dengan permainan cepat, disiplin, dan penuh determinasi. Mereka kerap mengandalkan transisi menyerang yang efektif serta pressing tinggi untuk menekan lawan.
Gaya bermain ini menjadi ciri khas yang terus dipertahankan, sekaligus dikembangkan agar mampu bersaing dengan tim-tim elite dunia.
Profil dan Performa Terkini
Ranking FIFA: sekitar peringkat 25 dunia
Jumlah pemain: ±26 pemain
Rata-rata usia: 28 tahun
Pemain abroad: ±84% bermain di luar negeri
Dalam perjalanan menuju Piala Dunia FIFA 2026, Korea Selatan menunjukkan performa yang cukup stabil di babak kualifikasi zona Asia.
Konsistensi hasil dan kemampuan beradaptasi dalam berbagai situasi pertandingan menjadi modal penting bagi mereka untuk menghadapi tantangan di putaran final.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan