Bola / Bola Indonesia
Minggu, 24 Mei 2026 | 06:25 WIB
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak. [Dok. IG Bojan Hodak]
Baca 10 detik
  • Persib Bandung meraih hattrick juara Super League berkat konsistensi lini pertahanan yang sangat kokoh.

  • Skuad Maung Bandung menjadi tim dengan angka kebobolan paling sedikit, yakni hanya 22 gol.

  • Gelar juara dipastikan setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara di laga pamungkas.

Suara.com - Strategi defensif yang disiplin terbukti jauh lebih berharga daripada lini serang yang agresif dalam perburuan gelar kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia Super League.

Persib Bandung berhasil membuktikan teori tersebut dengan mengamankan trofi juara berkat tembok pertahanan yang sangat sulit ditembus lawan.

Keberhasilan ini menasbihkan skuad berjuluk Maung Bandung sebagai tim dengan organisasi lini belakang terbaik sepanjang musim.

Persib Bandung saat bermain pada lanjutan BRI Super League melawan PSM Makassar di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (17/5/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-Persib Bandung]

Catatan luar biasa ini sekaligus mengukuhkan dominasi mereka di panggung sepak bola nasional dalam beberapa tahun terakhir.

Taktik pragmatis yang diterapkan oleh tim pelatih terbukti ampuh mengatasi fluktuasi ketajaman para penyerang di lini depan.

Keberhasilan mempertahankan konsistensi permainan dari awal hingga akhir musim kompetisi menjadi pembeda utama Persib dengan para pesaing terdekatnya.

Prinsip bermain yang disiplin di area pertahanan membuat para pemain belakang tampil tanpa kompromi di setiap laga.

Pesepak bola Persib Bandung Julio Cesar (atas) berebut bola dengan pesepak bola Selangor FC Chrigor Moraes (kiri) pertandingan Fase Grup G AFC Champions League (ACL) Two di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Kamis (23/10/2025). Persib berhasil mengalahkan tim dari Malaysia tersebut dengan skor akhir 2-0. [ANTARA FOTO/Novrian Arbi/nym/pri]

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengatakan lini pertahanan yang konsisten menjadi faktor utama keberhasilan timnya meraih gelar juara Super League 2025/2026 sekaligus mencatat hattrick juara di era Liga Indonesia.

“Saya pikir pertahanan memberikan kami gelar juara musim ini,” ujar Bojan di Bandung, Sabtu.

Baca Juga: Daftar Penghargaan Super League 2025/26: Bojan Hodak Pelatih Terbaik, Mariano Peralta Pemain Terbaik

Gawang skuad berjuluk Maung Bandung tercatat hanya kemasukan 22 gol musim ini, yang menjadi kebobolan paling sedikit dibandingkan tim-tim lain di liga.

Menurut Bojan, stabilitas di lini belakang menjadi fondasi penting yang menjaga konsistensi performa tim dari awal hingga akhir musim.

Dia menambahkan bahwa prinsip sederhana tanpa kebobolan menjadi kunci dalam perjalanan Persib meraih gelar juara.

Kerapatan barisan belakang ini menjadi penyelamat krusial ketika lini depan Maung Bandung mengalami kebuntuan dalam mencetak gol.

Efektivitas konversi peluang yang sempat menurun berhasil ditutupi dengan sempurna oleh ketangguhan para pemain di area pertahanan sendiri.

Benteng kokoh tersebut, Bojan menambahkan, menutupi kekurangan Persib yang dinilainya tidak selalu tajam dalam memanfaatkan peluang.

Load More