- Cody Gakpo meminta Timnas Belanda mewaspadai ketajaman Alexander Isak dalam laga Grup F Piala Dunia 2026 mendatang.
- Alexander Isak tampil impresif setelah mencetak gol saat Swedia mengalahkan Tunisia dengan skor telak lima satu sebelumnya.
- Pertandingan antara Belanda dan Swedia dijadwalkan berlangsung di Houston pada hari Sabtu, tanggal 20 Juni 2026 mendatang.
Suara.com - Penyerang Timnas Belanda, Cody Gakpo, meminta rekan-rekannya untuk mewaspadai ketajaman striker Swedia, Alexander Isak, saat kedua tim bertemu pada laga Grup F Piala Dunia 2026.
Isak datang ke turnamen ini dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencetak gol dalam kemenangan telak Swedia 5-1 atas Tunisia pada pertandingan pertama fase grup.
Sebelumnya, pemain yang juga menjadi rekan setim Gakpo di Liverpool itu sempat mengalami musim debut yang tidak mudah karena dibekap cedera setelah bergabung dari Newcastle United. Namun, Isak kini telah pulih dan kembali menunjukkan performa terbaiknya.
"Kami sangat senang dia kembali. Pada akhirnya dia kembali bugar, mencetak beberapa gol, dan bermain dengan baik. Tentu saja dia memulai turnamen ini dengan sangat baik lewat penampilannya," kata Gakpo dilansir dari NST.
Gakpo menilai kualitas Isak sudah tidak perlu diragukan lagi sehingga Belanda harus memberikan perhatian khusus kepada penyerang berusia 26 tahun tersebut.
"Saya pikir semua orang tahu seberapa bagus dia sebagai pemain. Jadi kami harus mewaspadainya," lanjut Gakpo.
Belanda sendiri membutuhkan kemenangan setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan Jepang pada pertandingan pertama. Meski demikian, Gakpo menegaskan timnya tidak merasa terbebani menjelang laga melawan Swedia.
"Kami tahu bahwa kami harus memenangkan pertandingan karena kami ingin lolos dari fase grup. Tentu hasil yang diraih Swedia sangat bagus bagi mereka, tetapi kami harus memisahkan hal itu dan fokus pada diri sendiri, serta melihat apa yang bisa kami perbaiki," ujar pemain berusia 27 tahun tersebut.
Menurut Gakpo, Belanda juga telah memetik banyak pelajaran dari laga melawan Jepang, terutama saat menghadapi tim yang bermain disiplin dan menutup ruang gerak lawan.
Baca Juga: Presiden Brasil Bercanda Ingin Rekrut Lionel Messi
"Saya pikir situasinya bisa saja mirip, tetapi mungkin pendekatan permainan Swedia sedikit berbeda. Kami akan menganalisisnya besok. Setelah itu kami harus menyusun rencana permainan untuk melihat bagaimana cara menciptakan banyak peluang," katanya.
Timnas Belanda dijadwalkan menghadapi Swedia di Houston pada Sabtu (20/6/2026). Sementara itu, Tunisia akan berhadapan dengan Jepang di Monterrey pada hari yang sama.
Berita Terkait
-
Presiden Brasil Bercanda Ingin Rekrut Lionel Messi
-
Kritik Tajam Thierry Henry untuk Cristiano Ronaldo: Jangan Kemaruk!
-
Hasil Piala Dunia 2026: Inggris Lumat Kroasia, Kane, Bellingham, Rashford Bersinar
-
Pupuskan Kemenangan Portugal, Striker RD Kongo: Kami Telah Bekerja Sangat Keras
-
Cetak Gol ke Gawang Portugal, Pelatih RD Kongo Akui Sudah Sesuai Rencana
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Gantung Sepatu Demi Keluarga, Eks Sprinter Asian Games Comeback di Lintasan Aspal
-
Belajar dari Kerja Praktik: Coding Terbaik Adalah yang Mampu Menyelesaikan Masalah Nyata
-
Promo Tiket Bioskop CInepolis, Khusus Nasabah BRI
-
Bahlil di Musda Golkar Sumsel: Migas dan Batu Bara Jangan Terus Ditentukan dari Jakarta
-
Remaja 14 Tahun Jadi Aktor Pembunuhan Berencana, Jasad Korban Dibakar
-
Melihat Dunia Lagi Setelah Kornea Rusak, Ini Revolusi Teknologi Transplantasi Mata Modern
-
Dulu Hidup di Sepanjang Sungai Musi, Kini Tembang Batanghari Sembilan Terancam Hilang
-
Menko Djamari Bela Program Pemerintah, Sebut Ada Banyak Akun 'Potong Video' di Medsos
-
Mengenal Desa Kemiren: Menjaga Budaya Osing Bersama Desa Sejahtera Astra
-
Manfaat Rutin Baca Al Fatihah dan Puasa Weton Anak Menurut Ulama Gus Iqdam