- Timnas Inggris mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026).
- Thomas Tuchel menyoroti kendala psikologis dan taktis yang membuat permainan Inggris menjadi monoton karena tekanan ekspektasi besar.
- Inggris dijadwalkan menghadapi Ghana pekan depan setelah Tuchel meminta pemain tampil lebih percaya diri dan berani menyerang.
Suara.com - Kemenangan telak 4-2 yang diraih oleh Timnas Inggris atas Kroasia pada laga pembuka mereka di Piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB, rupanya menyisakan beberapa catatan evaluasi penting bagi manajer Thomas Tuchel.
Kendati membuktikan dominasi kualitas kelas dunia dari skuad The Three Lions, Tuchel secara jujur memaparkan sejumlah kelemahan taktis dan kendala mentalitas yang sempat mendera pasukannya sepanjang pertandingan.
Dalam pertandingan pembuka Grup L tersebut, Inggris mampu memimpin terlebih dahulu lewat eksekusi penalti Harry Kane yang pada akhirnya sukses mencatatkan brace.
Dua gol dari sang kapten kemudian dilengkapi dengan penyelesaian akhir mumpuni dari Jude Bellingham serta Marcus Rashford guna menyegel kemenangan.
Setelah melewati adangan pertama, ujian berat berikutnya telah menanti skuad Tiga Singa dengan menantang perwakilan Afrika, Ghana pada hari Rabu pekan depan.
Menanggapi performa anak asuhnya, pelatih berusia 52 tahun tersebut mengungkapkan bahwa kendala utama di lapangan hijau dipicu oleh ketegangan psikologis akibat besarnya ekspektasi yang dirasakan para pemain pada laga perdana.
Akibatnya mereka tampil terlalu hati-hati dan gagal mengeksplorasi permainan secara lepas.
"Kadang-kadang, kalau Anda ingin melakukannya dengan sempurna, Anda justru terlalu memaksakannya dan terlalu banyak memikirkannya," kata Thomas Tuchel dikutip dari The Guardian.
Kondisi tertekan tersebut berimbas pada aliran bola yang cenderung monoton, di mana Harry Kane dan kawan-kawan terlalu sering melepaskan operan aman ke belakang alih-alih melakukan progresi serangan ke depan.
Baca Juga: Debut Impresif di Piala Dunia 2026, Luis Diaz: Saya Mewujudkan Mimpi Masa Kecil
"Pada akhirnya saat ragu, kami memutuskan untuk bermain mundur, baik saat menguasai bola maupun tidak," beber Tuchel.
"Kami terlalu sering melakukan operan ke belakang, terlalu sering mengoper bola kembali ke kiper kami. Butuh waktu cukup lama bagi kami untuk menemukan kepercayaan diri."
"Itulah mengapa saya mengatakan mungkin hal ini juga wajar. Saya berharap gol-gol itu akan membantu kami. Namun, ternyata tidak demikian," sambung eks pelatih Chelsea ini.
Demi meredakan ketegangan emosional tersebut, Tuchel mengambil langkah cepat di pinggir lapangan dengan meminta anak asuhnya untuk segera melupakan gol penyeimbang lawan, memulihkan ketenangan syaraf, serta kembali setia pada gaya bermain menyerang yang menjadi ciri khas mereka.
"Saya menyuruh mereka untuk tenang. Kami baru saja kebobolan gol. Untuk menenangkan diri, menenangkan saraf mereka, mendorong mereka untuk melakukannya dengan cara kami," jelas Tuchel.
Ia meminta segenap pilar tim nasional untuk tampil dengan penuh rasa percaya diri di hadapan puluhan ribu penonton, dilandasi oleh kualitas kebersamaan yang telah mereka jalin selama masa persiapan turnamen.
"Saya katakan kepada mereka bahwa pandangan saya terhadap mereka dalam 17 hari terakhir tidak akan berubah apa pun hasilnya," kata pelatih asal Jerman itu lagi.
"Saya ingin mereka melakukannya dengan cara sendiri. Cara kami. Saya ingin mereka berani, gagah dan gigih saat menyerang, dan langsung saja melakukannya," pungkas Tuchel.
Berita Terkait
-
Jadi Andalan Chelsea, Marc Cucurella Ungkap Alasan Gabung Real Madrid
-
Keluarga Lionel Messi Ungkap Kondisi Kesehatan Sang Ayah, Minta Privasi Dihormati
-
Alphonso Davies Kembali Masuk Skuad Kanada saat Hadapi Qatar
-
Swiss Hajar Bosnia 4-1, Johan Manzambi Jadi Bintang Kemenangan
-
Plot Twist! Neymar Sudah Latihan Tapi Ditinggal Timnas Brasil Jelang Lawan Haiti
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
7 Ide Lomba 17 Agustus Hemat Biaya dan Unik, Dijamin Bikin Warga Ngakak!
-
Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
-
Bahlil Semprot AMPI: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'
-
Proyek PSEL Legok Nangka Dimulai, Ditarget Sulap 2.131 Ton Sampah Bandung Jadi Listrik
-
Curang! John Herdman Usir Pelatih Vietnam Intip Pemanasan Timnas Indonesia
-
Lansia di Cakung Disekap Saat Hendak Salat Zuhur, Emas hingga HP Raib Digondol Perampok
-
Siapa Ece Andi? Penjual Cilok Pelabuhanratu yang Viral Karena 'Mirip' Lionel Messi
-
Permudah Transaksi Mahasiswa Indonesia di Hong Kong, BNI Perluas Ekosistem Keuangan Digital
-
Digerebek di Denpasar, Pria Ini Simpan Ekstasi dan 5 Senpi Rakitan di Ruang Tamu
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Vietnam: Mitchell Baker Juru Gedor, Thom Haye Kunci