- Wasit tidak memberikan penalti bagi Ghana atas tekel Ezri Konsa terhadap Prince Adu saat melawan Inggris di Piala Dunia.
- Insiden pada menit ke-79 laga Grup L tersebut memicu perdebatan karena VAR tidak mengintervensi keputusan wasit di lapangan.
- Pertandingan berakhir imbang 0-0, hasil yang merugikan bagi peluang kemenangan Ghana namun menuntut evaluasi performa timnas Inggris.
Suara.com - Keputusan wasit yang tidak memberikan penalti kepada Ghana dalam laga melawan Inggris pada fase grup Piala Dunia 2026, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB memicu perdebatan luas di kalangan pengamat dan penggemar sepak bola.
Melansir NDTV Sports, kontroversi terjadi pada pertandingan Grup L yang berakhir imbang tanpa gol tersebut. Ghana menilai seharusnya mendapatkan hadiah penalti setelah penyerangnya, Prince Adu, terjatuh di dalam kotak penalti usai mendapat tekel dari bek Inggris, Ezri Konsa.
Meski insiden itu memicu protes dari kubu Ghana, wasit tetap melanjutkan pertandingan tanpa memberikan penalti. Sistem Video Assistant Referee (VAR) juga tidak melakukan intervensi terhadap keputusan tersebut.
Insiden terjadi pada menit ke-79 ketika Adu berusaha menembus pertahanan Inggris dan bergerak menuju gawang yang dikawal Dean Henderson.
Dalam tayangan ulang, Konsa terlihat melakukan tekel saat mencoba menghentikan laju penyerang Ghana tersebut.
Mantan wasit internasional, Darren Cann, menilai Inggris cukup beruntung karena terhindar dari hukuman penalti dalam situasi tersebut.
Berbicara kepada BBC Sport, Cann mengatakan insiden itu layak mendapat peninjauan lebih lanjut oleh perangkat pertandingan.
"Sebagai pendukung Inggris tentu saya senang penalti tidak diberikan. Namun, menurut saya insiden itu seharusnya ditinjau karena Konsa tidak menyentuh bola dan justru mengenai pemain lawan," kata Cann.
Menurutnya, tekel yang dilakukan Konsa dapat dikategorikan sebagai pelanggaran karena bek Inggris itu kehilangan kendali saat berusaha menghentikan Adu.
Baca Juga: Peta Persaingan Memanas! 7 Tim Sudah Lolos, 5 Negara Tersingkir di Piala Dunia 2026
Cann juga menjelaskan bahwa VAR cenderung mempertahankan keputusan awal wasit di lapangan selama tidak ditemukan kesalahan yang dianggap jelas dan nyata (clear and obvious error).
"Secara umum, VAR akan mendukung keputusan wasit di lapangan kecuali terdapat kesalahan yang sangat jelas," ujarnya.
Hasil imbang 0-0 tersebut membuat Ghana berhasil meredam salah satu tim unggulan turnamen.
Namun, kubu Ghana diyakini masih menyayangkan keputusan kontroversial tersebut karena peluang meraih kemenangan bisa saja terbuka apabila penalti diberikan dan berhasil dikonversi menjadi gol.
Sementara itu, tim asuhan Thomas Tuchel dinilai perlu meningkatkan performa mereka pada laga-laga berikutnya.
Inggris yang menjadi salah satu favorit juara belum mampu menunjukkan penampilan terbaiknya setelah gagal menembus pertahanan Ghana sepanjang pertandingan. (Ronald Seger Prabowo)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar