- FIFA menunjuk wasit Ivan Barton memimpin laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol di Dallas Stadium.
- Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli dengan didampingi oleh asisten wasit David Morán dan Antonio Pupiro.
- Penunjukan ini mengukuhkan rekor Barton sebagai wasit Amerika Tengah dengan total tujuh laga terbanyak di Piala Dunia.
Suara.com - FIFA resmi menunjuk wasit asal El Salvador, Ivan Barton, sebagai pengadil utama laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol.
Pertandingan bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli di Dallas Stadium.
Barton akan didampingi dua asisten dari kawasan Amerika Tengah, yakni David Morán dan Antonio Pupiro.
Penunjukan ini menjadi bukti kepercayaan FIFA terhadap kinerja tim wasit tersebut di turnamen kali ini.
Federasi Sepak Bola El Salvador (FESFUT) menyambut positif keputusan tersebut.
“Penunjukan ini merupakan penampilan keempat tim Barton, Moran, dan Pupiro di Piala Dunia 2026, sekaligus menegaskan kepercayaan FIFA terhadap mereka,” tulis FESFUT dalam pernyataan resminya.
Sepanjang turnamen, Barton telah memimpin sejumlah laga penting, termasuk pertandingan fase gugur.
Barton bahkan mencatat rekor baru sebagai wasit dengan jumlah pertandingan Piala Dunia terbanyak dari kawasan Amerika Tengah.
Dengan semifinal ini, Barton akan mengoleksi tujuh laga sebagai wasit utama di ajang Piala Dunia.
Baca Juga: Dari Partai Sosialis hingga Komunis Ramai-ramai Buka Suara Jelang Prancis vs Spanyol, Ada Apa?
Rekor tersebut melampaui capaian sebelumnya dan semakin mengukuhkan reputasinya di level internasional.
FIFA menyatakan bahwa pemilihan wasit untuk fase krusial dilakukan secara selektif demi menjaga kualitas pertandingan.
Dalam konteks ini, pengalaman Barton dinilai cukup untuk memimpin duel besar antara dua raksasa Eropa.
Media internasional juga menyoroti kiprah Barton yang dinilai konsisten sejak Piala Dunia Qatar 2022.
Pengalaman di berbagai turnamen besar menjadi faktor penting dalam penunjukan ini.
Barton lahir di Santa Ana, El Salvador, pada 27 Januari 1991.
Berita Terkait
-
Dari Partai Sosialis hingga Komunis Ramai-ramai Buka Suara Jelang Prancis vs Spanyol, Ada Apa?
-
Alisson Becker Buka Suara Usai Brasil Tersingkir, Isyaratkan Ingin Main di Piala Dunia 2030
-
Mimpi Prabowo Bisa Terwujud? FIFA Buka Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
-
Misteri Kematian Jayden Adams, Keluarga Tunggu Hasil Otopsi, Sang Istri Ungkap Fakta Ini
-
Julian Alvarez: Inggris Lawan yang Lebih Berat!
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata
-
Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali