- Suporter klub San Lorenzo dan Huracan terlibat bentrokan fisik di Atlanta jelang semifinal Piala Dunia Argentina kontra Inggris.
- Kericuhan bermula dari saling ejek yang memicu kekerasan massal hingga suasana di lokasi acara menjadi sangat mencekam.
- Polisi berhasil meredam situasi dan otoritas akan menjatuhkan sanksi larangan masuk stadion seumur hidup bagi pelaku teridentifikasi.
Suara.com - Insiden memalukan terjadi jelang semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Inggris, Kamis (16/7) dinihari WIB.
Bentrokan antar kelompok suporter Argentina yang diketahui dari klub San Lorenzo dan Huracan pecah dalam acara di Atlanta, hanya beberapa jam sebelum kick off Argentina vs Inggris.
Kericuhan bermula dari saling ejek yang dengan cepat berubah menjadi kekerasan fisik.
Kursi dan benda-benda di sekitar lokasi dilaporkan beterbangan, disertai pukulan antar kedua kubu yang membuat suasana mencekam.
Sebelumnya, kekhawatiran utama panitia adalah potensi bentrok antara suporter Argentina dan Inggris.
Namun, insiden justru datang dari konflik lama di sepak bola Argentina, mengulang rivalitas panas yang pernah terjadi di Piala Dunia 2018 di Rusia.
Menurut laporan, ketegangan sudah terbangun sejak beberapa pekan terakhir melalui saling sindir di media sosial.
Kelompok La Butteler dari San Lorenzo disebut sebagai salah satu yang terbesar hadir di turnamen, dengan sejumlah nama lama yang pernah terlibat bentrokan sebelumnya.
Di sisi lain, kelompok Huracán juga membawa massa dari berbagai faksi, termasuk anggota yang terkait dengan basis Jose C Paz.
Baca Juga: AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
Meski sebelumnya ditempatkan terpisah untuk menghindari konflik, pertemuan dalam satu titik saat acara Piala Dunia 2026 memicu gesekan yang tak terhindarkan.
Situasi sempat terkendali hingga provokasi dari salah satu kelompok memicu keributan massal.
“Awalnya hanya teriakan, tapi dalam hitungan detik berubah jadi kekacauan total,” ujar saksi mata di lokasi dinukil dari TycSport.
Sejumlah suporter umum yang panik langsung menjauh dan menghubungi aparat keamanan.
Polisi setempat bergerak cepat dan berhasil meredam situasi dalam hitungan menit, meski tiga orang dilaporkan tetap melanjutkan aksi kekerasan dan akhirnya diamankan.
Pihak otoritas Argentina yang berada di pusat koordinasi di Virginia menyatakan bahwa pelaku yang teridentifikasi akan dikenai sanksi tegas.
Mereka berpotensi mendapatkan larangan masuk stadion seumur hidup di Argentina.
Berita Terkait
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
Statistik Buktikan Inggris Terlalu Bergantung Kane-Bellingham, Jadi Bumerang saat Lawan Argentina?
-
Tuchel Soroti Aroma Takhayul di Balik Jersi Biru Hitam Argentina vs Inggris
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Pelatih Inggris Pernah Sebut Argentina 'Binatang' karena Main Kasar
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan
-
3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna
-
Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain
-
Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'
-
Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi
-
Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke
-
Polri Gandeng Garda Satya NKRI Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Masyarakat