Bola / Bola Dunia
Minggu, 19 Juli 2026 | 23:34 WIB
Timnas Argentina tampil dengan ban lengan hitam saat menghadapi Swiss di perempat final Piala Dunia 2026. [Dok FIFA]
Baca 10 detik
  • Timnas Argentina sukses melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah tampil dominan sepanjang fase grup hingga babak semifinal.
  • Lionel Messi memimpin rekan setimnya meraih kemenangan krusial melalui performa tajam dan kepemimpinan yang konsisten di lapangan hijau.
  • Argentina berhasil mengalahkan Inggris di semifinal dengan skor 2-1 dan kini bersiap menghadapi Spanyol untuk memperebutkan gelar juara.

Suara.com - Timnas Argentina menegaskan statusnya sebagai kandidat juara dengan perjalanan impresif menuju final Piala Dunia 2026.

Dipimpin Lionel Messi, Albiceleste tampil tajam sejak fase grup hingga menyingkirkan lawan-lawan tangguh di babak gugur.

Argentina membuka turnamen dengan kemenangan telak 3-0 atas Aljazair.

Lionel Messi langsung mencuri perhatian lewat hattrick yang sekaligus menyamai rekor gol terbanyak di Piala Dunia.

Performa dominan berlanjut saat menghadapi Austria.

Dua gol Messi memastikan kemenangan 2-0 dan semakin mengukuhkan peran sang kapten sebagai motor serangan tim.

Di laga terakhir Grup J, Argentina menutup fase grup dengan kemenangan 3-1 atas debutan Yordania.

Giovani Lo Celso dan Lautaro Martínez mencetak gol, sebelum Messi menutup kemenangan lewat tendangan bebas.

Memasuki fase gugur, Argentina menghadapi perlawanan sengit dari Cape Verde di babak 32 besar.

Baca Juga: Spanyol Road to Final Piala Dunia 2026: Ditahan Tim Debutan Kini Tantang Juara Bertahan

Laga berakhir dramatis dengan kemenangan 3-2 di babak perpanjangan waktu setelah gol penentu berasal dari gol bunuh diri lawan.

Di babak 16 besar, duel kontra Mesir berlangsung penuh tekanan.

Argentina sempat tertinggal, namun bangkit melalui gol Messi dan sundulan Enzo Fernández di menit akhir untuk menang 3-2.

Perempat final melawan Swiss menjadi ujian fisik dan mental.

Bermain dalam cuaca panas, Argentina akhirnya menang 3-1 di babak tambahan berkat gol Julián Álvarez dan Lautaro Martínez.

Puncak drama terjadi di semifinal saat menghadapi Inggris.

Load More