Bola / Bola Dunia
Senin, 20 Juli 2026 | 02:24 WIB
FIFA resmi menunjuk wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, untuk memimpin final Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Spanyol. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Kepala Wasit FIFA Pierluigi Collina menunjuk Slavko Vincic sebagai pengadil laga final Piala Dunia 2026 Spanyol versus Argentina.
  • Pemilihan Vincic didasarkan pada performa impresifnya sepanjang turnamen meskipun proses penetapannya berlangsung alot di antara para wasit.
  • Collina menegaskan teknologi VAR hadir untuk mendukung akurasi keputusan wasit agar hasil pertandingan menjadi lebih adil dan objektif.

Suara.com - Penunjukan wasit untuk final Piala Dunia 2026 akhirnya dijelaskan langsung oleh Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina.

Eks wasit Serie A Italia itu menyebut keputusan memilih Slavko Vincic sebagai pengadil laga puncak antara Spanyol vs Argentina bukan hal mudah.

Collina mengakui proses pemilihan berlangsung alot karena banyak wasit tampil impresif sepanjang turnamen.

“Dia menjalani turnamen yang sangat baik. Membuat keputusan ini tidak mudah,” ujarnya.

Ia juga memahami reaksi emosional Vincic saat ditunjuk memimpin final.

Menurut Collina, momen tersebut adalah puncak dari pengorbanan panjang seorang wasit.

Slavko Vincic, wasit final Liga Champions Borussia Dortmund vs Real Madrid. (screenshot X/@UEFA)

“Saya merasakan hal yang sama. Mereka mengorbankan banyak hal, termasuk keluarga,” katanya.

Seperti diketahui, Slavko Vincic memiliki rekam jejak cukup kontroversial sebagai seorang wasit.

Di sisi lain, Collina turut membela penggunaan teknologi VAR yang sempat menuai kritik sepanjang Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina, Juara Bakal Diguyur Rp800 Miliar

Ia menegaskan teknologi hadir untuk membantu wasit, bukan menghilangkan peran manusia dalam pertandingan.

“Di stadion, puluhan ribu orang bisa melihat kejadian dengan jelas, tapi wasit justru tidak. Karena itu, teknologi diperlukan agar keputusan lebih akurat,” tegasnya.

Kontroversi terbesar muncul saat laga perempat final antara Inggris dan Norwegia.

Banyak pihak menilai gol Inggris seharusnya dianulir karena bola diduga menyentuh kabel kamera.

Namun, Collina membantah klaim tersebut dengan data teknologi.

“Grafik menunjukkan tidak ada sentuhan. Hanya gelombang kecil akibat udara, bukan kontak fisik,” jelasnya.

Load More