Bola / Bola Dunia
Senin, 20 Juli 2026 | 14:59 WIB
Piala Dunia 2026 menghadirkan banyak rekor dan kontroversi. Mulai dari Spanyol juara, kejutan Cape Verde, harga tiket mahal, hingga polemik "Amerikanisasi" sepak bola. [@SEFutbol via X]
Baca 10 detik
  • Timnas Spanyol resmi menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 di Amerika Serikat.
  • Turnamen ini mencatat sejarah baru dengan melibatkan 48 negara peserta yang diselenggarakan di Amerika, Kanada, dan Meksiko.
  • Penyelenggaraan turnamen mencakup berbagai dinamika, mulai dari kesuksesan komersial hingga kritik terkait komersialisasi dan isu logistik pertandingan.

Biaya tinggi membuat pertandingan lebih sulit dijangkau oleh suporter kelas pekerja, sementara aturan visa yang ketat juga menghambat kedatangan pendukung dari sejumlah negara.

Amerika Serikat sendiri hanya mampu mencapai babak 16 besar. Sementara itu, intervensi kontroversial Presiden Donald Trump terkait hukuman kartu merah salah satu pemain tuan rumah disebut tidak memberikan dampak terhadap hasil tim.

FIFA juga mendapat sorotan karena dinilai kurang tegas dalam menegakkan larangan atribut politik di stadion.

'Amerikanisasi' Sepak Bola Jadi Perdebatan

Penyelenggaraan di Amerika Utara turut menghadirkan sentuhan budaya lokal yang memicu perdebatan.

Penerapan jeda hidrasi serta pertunjukan musik saat turun minum pada laga final dianggap sebagian penggemar sebagai bentuk "Amerikanisasi" sepak bola.

Sejumlah pengamat menilai inovasi tersebut mengganggu ritme pertandingan demi kepentingan siaran televisi dan iklan.

Meski begitu, banyak pelatih justru memanfaatkan jeda hidrasi sebagai kesempatan memberikan instruksi taktis kepada pemain.

Di tengah ancaman cuaca ekstrem dan perubahan iklim, kebijakan tersebut bahkan diprediksi berpotensi diterapkan secara permanen pada turnamen-turnamen mendatang.

Baca Juga: Momen Cristian Romero Tak Salami Donald Trump Saat Pengalungan Medali Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 menjadi edisi terbesar dalam sejarah FIFA dengan format baru yang diikuti 48 tim dan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Kolaborasi tiga tuan rumah tersebut menghadirkan model baru penyelenggaraan turnamen lintas negara.

Meski diwarnai sejumlah persoalan logistik dan tingginya komersialisasi, FIFA tetap menilai edisi ini sebagai salah satu penyelenggaraan paling sukses dari sisi bisnis dan jangkauan global.

Load More