- Aleksander Ceferin menjabat sebagai Presiden UEFA sejak 2016 dan dikenal sebagai pemimpin yang vokal serta tegas.
- Ceferin memboikot Final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat sebagai bentuk protes atas intervensi politik FIFA.
- Aksi boikot tersebut mempertegas ketegangan hubungan antara UEFA dan FIFA terkait tata kelola organisasi sepak bola dunia.
Selain isu disiplin, Ceferin juga tidak puas dengan penanganan wasit, operasional pertandingan, dan harga tiket yang tinggi. Ia pernah mengkritik model tiket FIFA yang kurang ramah penggemar, kontras dengan pendekatan UEFA yang lebih berorientasi pada suporter.
Keputusan boikot ini memperlebar jurang antara kedua badan tertinggi sepak bola dunia dan bisa berdampak pada masa depan kolaborasi, termasuk jadwal turnamen dan regulasi pemain.
Gaya Kepemimpinan dan Warisan
Ceferin dikenal sebagai pemimpin yang prinsipil dan berani. Meski berlatar belakang hukum, ia mampu menavigasi politik sepak bola yang rumit.
Ia mendukung Financial Fair Play (FFP), reformasi Liga Champions, dan perlindungan liga-liga kecil di Eropa.
Kekayaan pribadinya diperkirakan sekitar 5 juta dolar AS, tapi kekuasaannya jauh melampaui itu sebagai penguasa sepak bola Eropa.
Kritikus menyebutnya terlalu konfrontatif terhadap FIFA, tapi pendukungnya melihatnya sebagai pembela integritas. Di tengah era di mana sepak bola semakin komersial dan dipengaruhi politik, eferin menjadi suara yang konsisten membela otonomi olahraga.
Boikot Final Piala Dunia 2026 mungkin akan dicatat sebagai salah satu momen penting dalam kariernya. Ini bukan hanya soal absen di satu pertandingan, melainkan pernyataan sikap terhadap masa depan sepak bola global. Apakah ini akan memicu reformasi lebih besar atau justru memperdalam perpecahan, masih harus dilihat.
Dengan usia 58 tahun pada 2026, Aleksander Ceferin masih memiliki waktu untuk meninggalkan warisan yang lebih besar. Profilnya sebagai pengacara yang menjadi administrator sepak bola sukses, serta keberaniannya mengambil sikap tegas, menjadikannya salah satu tokoh paling menarik di dunia olahraga saat ini.
Baca Juga: Piala Dunia Berakhir, Lionel Messi Umumkan Gantung Sepatu?
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL