- Enzo Fernandez menerima kartu merah pada menit ke-93 saat Argentina kalah 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026.
- Pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi memaksa Argentina menyelesaikan pertandingan penting tersebut dengan hanya sepuluh pemain di lapangan.
- Melalui media sosial, Fernandez merefleksikan kekalahan tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus membela tim nasional Argentina dengan bangga.
Suara.com - Gelandang Argentina, Enzo Fernandez, akhirnya memecah keheningan setelah momen kontroversial di final Piala Dunia 2026.
Enzo Fernandez mendapat kartu merah di penghujung laga saat Argentina kalah 0-1 dari Spanyol.
Kartu merah itu diterima Fernandez pada menit ke-93 setelah pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsí.
Sebelumnya, ia sudah mengantongi kartu kuning akibat gestur melempar bola ke arah wasit Slavko Vincic.
Situasi tersebut membuat Argentina harus bermain dengan 10 pemain di fase krusial pertandingan.
Padahal, tim asuhan Albiceleste sudah berjuang keras sepanjang laga menghadapi dominasi Spanyol.
Melalui akun Instagram pribadinya, Fernández menyampaikan refleksi emosional atas kekalahan tersebut.
“Seiring waktu, Anda menyadari bahwa ada sesuatu yang jauh lebih penting daripada hasil pertandingan,” tulis pemain Chelsea FC itu.
Enzo Fernandez juga memuji perjuangan tim Argentina selama turnamen berlangsung.
Baca Juga: 2 Juta Warga Tumpah Ruah di Madrid Sambut Timnas Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026
Menurutnya, mengenakan seragam tim nasional bukan hanya soal kemenangan, tetapi tentang memberikan segalanya dan tidak pernah menyerah.
“Saya bangga menjadi bagian dari tim ini, yang selalu menghadapi tantangan dengan komitmen maksimal, serta membela warna ini dengan kebanggaan dan kerendahan hati,” lanjutnya.
Fernandez tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para pendukung Argentina di seluruh dunia.
Enzo menyebut dukungan suporter sebagai kekuatan besar yang membuat tim selalu merasa bermain di kandang sendiri.
“Terima kasih kepada semua fans Argentina atas cinta dan dukungan tanpa syarat. Kalian selalu membuat kami merasa seperti bermain di rumah di mana pun kami berada,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Fernandez menegaskan komitmennya untuk terus membela negaranya.
“Memakai jersey tim nasional adalah kehormatan terbesar dalam karier saya, dan saya akan terus memberikan segalanya setiap kali mendapat kesempatan,” tutupnya.
Berita Terkait
-
2 Juta Warga Tumpah Ruah di Madrid Sambut Timnas Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026
-
Laga Terbaik Piala Dunia 2026? Inggris Kalahkan Prancis 6-4, Ending-nya Bikin Haru
-
Andai Lionel Messi Memilih Spanyol
-
Aksi Kampungan Pemain Argentina Berbuntut Panjang, FIFA Resmi Gelar Investigasi
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Jadi Tokoh Antagonis Argentina di Final Piala Dunia 2026, Enzo Fernandez Buka Suara
-
Dompet Dhuafa Hadirkan Ruang Mimpi, Dampingi Anak Yatim Berani Wujudkan Cita-cita
-
KPK Bongkar Modus 'Pinjam Bendera' yang Jerat Bupati Lombok Barat
-
Pelajaran Sunyi dari Seorang Kakek dan Bukunya di Padatnya KRL Manggarai
-
Istana Ungkap Alasan Kursi Gibran Digeser ke Jajaran Menteri Saat Sidang Kabinet
-
Bayar Rp100 Ribu, Ratusan Siswa di Jogja jadi Korban Tes TOEFL, Dana Bakal Dikembalikan
-
Bomber Kaki Kidal 44 Gol yang Dinaturalisasi Vietnam Ancaman Serius buat Timnas Indonesia
-
Rudal Iran Terbukti Lebih Canggih dari Pertahanan Militer Amerika, Ini Buktinya
-
Sistem Walk-in Interview: Memudahkan Recruiter atau Membebani Jobseeker?
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan