- Enzo Fernandez menyampaikan pesan apresiasi kepada rekan setim dan pendukung setelah Argentina gagal meraih gelar juara final.
- Fernandez menerima kartu merah akibat tekel terhadap pemain Spanyol saat laga final yang dimenangkan Spanyol skor 1-0.
- FIFA kini melakukan penyelidikan formal terhadap dugaan keributan yang melibatkan pemain kedua tim setelah pertandingan final berakhir.
Suara.com - Gelandang Argentina Enzo Fernandez menyampaikan pesan kepada publik melalui media sosial setelah timnya gagal meraih gelar juara dan dirinya mendapat sorotan akibat kartu merah yang diterima pada laga final melawan Spanyol.
Dalam unggahan tersebut, Fernandez tidak secara langsung menanggapi kritik maupun kontroversi yang mengiringi pertandingan. Ia memilih menyampaikan apresiasi kepada rekan setim dan para pendukung Argentina.
"Seiring berjalannya waktu, Anda menyadari ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar hasil," tulis Fernandez melansir Sportbible, Selasa (21/7/2026).
Ia menilai tim nasional Argentina telah menunjukkan semangat juang dan dedikasi selama turnamen berlangsung.
"Merupakan suatu kehormatan menjadi bagian dari kelompok yang selalu memberikan kemampuan terbaik, berkompetisi di level tertinggi, serta membela warna negara dengan bangga, rendah hati, dan penuh komitmen," ujarnya.
Fernandez juga menyampaikan terima kasih kepada para pendukung Argentina yang terus memberikan dukungan sepanjang turnamen.
"Mengenakan jersey negara saya adalah kehormatan terbesar dalam karier saya dan saya akan terus memberikan yang terbaik setiap kali mendapat kesempatan membela Argentina," tulisnya.
Fernandez menjadi sorotan setelah menerima kartu merah pada babak tambahan waktu final. Ia lebih dulu mendapat kartu kuning akibat memprotes keputusan wasit Slavko Vincic, sebelum akhirnya diusir keluar lapangan karena melakukan tekel terhadap bek Spanyol, Pau Cubarsi.
Pada pertandingan tersebut, Spanyol memastikan kemenangan 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu.
Baca Juga: Ranking FIFA Terbaru: Spanyol Kudeta Argentina, Timnas Indonesia Jauh di Bawah
Selain insiden yang melibatkan Fernandez, laga final juga diwarnai keributan setelah pertandingan usai. Rekan setimnya, Leandro Paredes, turut menjadi sorotan karena diduga terlibat dalam insiden dengan pemain Spanyol.
FIFA telah mengonfirmasi tengah menyelidiki insiden pascapertandingan tersebut.
"Setelah melakukan penilaian terhadap laporan pertandingan final dan sesuai Pasal 36 Kode Disiplin FIFA, Komite Disiplin FIFA telah menunjuk seorang Jaksa Disiplin dan Etika untuk menyelidiki dugaan pelanggaran yang terjadi setelah pertandingan," demikian pernyataan FIFA.
Badan sepak bola dunia itu menyatakan informasi lebih lanjut mengenai hasil penyelidikan akan disampaikan setelah proses investigasi selesai dilakukan.
Versi ini lebih memenuhi kaidah jurnalistik karena lead langsung memuat fakta utama, isi berita disusun berdasarkan tingkat kepentingan, kutipan dipertahankan secara proporsional, serta istilah yang bersifat menghakimi seperti "aib" atau "mengejek" dihilangkan kecuali merupakan kutipan langsung atau telah memiliki dasar yang jelas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Cabut, Cesc Fabregas Blak-blakan Dibuat Kecewa Kiper Como
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- Powder Foundation Wardah untuk Kulit Sawo Matang Shade Apa? Ini 5 Pilihannya
- 5 Shio Beruntung Hari Ini 4 September 2026, Urusan Mulai Lancar
Pilihan
-
Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster
-
Gemuruh Erupsi Gunung Anak Krakatau Terdengar Hingga Pesisir Pandeglang: Bikin Rumah Bergetar
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
-
Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
Terkini
-
AHY: Jujur Saja! Ekonomi Rakyat Masih Tertekan, Harga Naik hingga Kerja Layak Sulit
-
Utamakan Kebersamaan, Ahmad Luthfi Bangun Jawa Tengah Lewat 'Collaborative Government'
-
Tiga Dara Bahas Riset Kenapa Cowok Suka Gak Nyambung! Katanya Karena Masuk Goa
-
Satu Menyerang, Satu Bertahan: Kisah Pemain Kembar yang Bersinar di MLSC Semarang
-
Maarten Paes Dapat Pujian Setinggi Langit dari Eks Barcelona, Sinyal Apa Ini?
-
Maskapai RI Mulai Ngos-ngosan Hadapi Pelemahan Rupiah dan Tingginya Harga Avtur
-
Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster
-
Gemuruh Erupsi Gunung Anak Krakatau Terdengar Hingga Pesisir Pandeglang: Bikin Rumah Bergetar
-
Kemarau Ekstrem 2026: 8.249 Hektare Sawah di Bogor Kekeringan, Jonggol Mulai Gagal Panen
-
Perintah Padamkan Api Mudah, Eksekusinya Sulit: Peneliti UI Ungkap Derita di Lokasi Karhutla