Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:31 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memegang jersi terbaru Timnas Indonesia saat peluncurannya di Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (12/3/2026). [ANTARA FOTO/Fauzan/wsj]
Baca 10 detik
  • Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan dukungan penuh terhadap usulan Presiden FIFA Gianni Infantino mengenai pembentukan FIFA Forward Enterprise.
  • Langkah komersialisasi tersebut bertujuan melipatgandakan pendanaan pengembangan sepak bola bagi seluruh asosiasi anggota FIFA di seluruh dunia.
  • Dukungan ini sejalan dengan visi transformasi sepak bola nasional yang memerlukan investasi besar untuk kemajuan Indonesia.

Suara.com - Ketua Umum PSSI Erick Thohir, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif terbaru Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang mengusulkan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) di mana salah satunya mengkomersialka Piala Dunia.

Langkah strategis ini bertujuan untuk mengomersialkan sebagian hak komersial turnamen FIFA guna melipatgandakan pendanaan pengembangan sepak bola bagi seluruh asosiasi anggota (Member Associations) di seluruh dunia.

Merespons dinamika tersebut, Erick Thohir menegaskan bahwa PSSI berada di pihak Gianni Infantino dan memandang rencana ini sebagai langkah krusial yang harus dilanjutkan demi masa depan sepak bola yang lebih inklusif.

"Konteksnya harus kita lihat secara utuh. Prestasi dan kebangkitan sepak bola kita hari ini tidak lepas dari kehadiran masyarakat, pemerintah, dan tentunya FIFA yang selalu mendampingi kita," ujar Erick Thohir dalam keterangannya.

Spanyol juara Piala Dunia 2026 (Instagram.com/fifaworldcup)

"Kita harus berterima kasih, terutama kepada FIFA. Mengingat kembali peristiwa Kanjuruhan, jika saat itu tidak ada kesepakatan antara pemerintah, masyarakat, dan FIFA, tim nasional kita mungkin tidak ada hari ini karena ancaman suspend selama delapan tahun."

Erick Thohir, yang saat itu, sebagai pribadi, turut berperan aktif dalam menjembatani komunikasi dengan FIFA sebelum menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, menekankan bahwa Indonesia—dengan 73% penduduknya yang menggemari sepak bola—membutuhkan dukungan nyata, bukan sekadar dijadikan pasar komersial.

"Kita sampaikan kepada FIFA bahwa kita butuh dibantu. Secara jumlah penggemar, kita bahkan lebih besar dari Brasil. Interaksi di media sosial klub-klub top Eropa membuktikan bahwa followers dari Indonesia selalu mendominasi. Artinya, kita jangan hanya mau dijadikan market," tegas Erick.

"Itulah mengapa kita meminta FIFA hadir di sini. Kini terbukti, mereka telah berinvestasi dengan mendirikan kantor di Jakarta dan berkontribusi langsung dengan anggaran satu hingga dua juta dolar per tahun untuk kawasan Oseania dan Asia Tenggara. Mereka serius di sini," jelasnya.

Bagi PSSI, inisiatif FFE sejalan dengan visi transformasi sepak bola nasional yang membutuhkan investasi besar untuk infrastruktur, pembinaan usia dini, dan pengembangan tim nasional.

Baca Juga: UEFA Tolak FIFA Jual Saham Piala Dunia, PSSI Dukung Penuh: Indonesia Butuh Duit

"Saya merasakan hal yang sangat positif selama FIFA hadir di sini," ia menambahkan.

"Oleh karena itu, dukungan terhadap inisiatif seperti FFE adalah bentuk apresiasi dan keyakinan kita bahwa program ini akan membawa manfaat langsung bagi negara-negara yang sedang membangun sepak bolanya seperti Indonesia," pungkas Erick.

Load More