Prediksi Liga Champions 2026-2027: MU Kuda Hitam, PSG Terancam Gagal Hat-trick

Selasa, 08 September 2026 | 12:07 WIB
PSG resmi menyamai rekor Barcelona dengan 45 gol dalam satu musim Liga Champions. Ousmane Dembele mencetak gol bersejarah yang mengantar Les Parisiens ke buku rekor. [Dok. IG PSG]
  • Superkomputer Opta memproyeksikan Arsenal sebagai favorit utama juara Liga Champions 2026/2027 dengan peluang 20,9 persen.
  • Bayern Munich membayangi di posisi kedua dengan probabilitas juara sebesar 19,4 persen berdasarkan hasil simulasi Opta.
  • Liga Champions musim 2026/2027 menggunakan format 36 tim dan akan memulai matchday pertama pada 8 September 2026.

Arsenal harus menghadapi Bayern Munich di kandang lawan, sementara secara keseluruhan mereka diperkirakan menghadapi fase liga yang lebih sulit dibandingkan musim lalu.

Meski demikian, peluang Arsenal untuk lolos ke fase gugur sangat tinggi.

Opta memperkirakan anak asuh Mikel Arteta bisa mencapai babak knockout dalam 93,8 persen simulasi.

Bayern Munich Membayangi Arsenal

Bayern Munich menjadi ancaman terbesar Arsenal dalam proyeksi Opta.

Klub Jerman itu memiliki peluang 19,4 persen untuk memenangkan Liga Champions musim ini.

Bayern bahkan sedikit lebih difavoritkan untuk menjadi pemuncak fase liga. Dalam simulasi Opta, mereka finis di posisi pertama sebanyak 19,4 persen.

Namun, untuk peluang menjadi juara, Bayern masih berada di bawah Arsenal.

Salah satu alasannya adalah Arsenal saat ini memiliki peringkat tertinggi dalam Opta Power Rankings, yang menempatkan mereka sebagai tim terkuat di dunia.

Manchester City Jadi Kandidat Ketiga

Manchester City menjadi satu-satunya klub lain yang memiliki peluang juara di atas 10 persen.

The Citizens diprediksi memiliki kemungkinan 12,3 persen untuk kembali memenangkan trofi Liga Champions.

City terakhir kali menjadi juara pada musim 2022/2023.

Namun, perjalanan mereka dalam tiga musim berikutnya tidak terlalu meyakinkan karena hanya mampu mencapai perempat final, babak play-off knockout, dan 16 besar.

Musim ini tantangannya kembali berat. Dari jajaran kandidat utama, Manchester City diprediksi memiliki jadwal fase liga paling sulit.

Meski begitu, peluang City untuk mencapai babak 16 besar tetap tinggi, yakni 86,9 persen.

PSG resmi mempertahankan gelar juara Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal lewat drama adu penalti di partai final yang digelar di Puskás Aréna, Budapest, Minggu (31/5) dinihari WIB. [Istimewa]

PSG Terancam Gagal Hat-trick

Paris Saint-Germain menghadapi misi berat untuk mencatat sejarah dengan memenangkan Liga Champions tiga kali secara beruntun.

Sang juara bertahan hanya diberi peluang 7,1 persen oleh superkomputer Opta untuk kembali menjadi juara.

Posisi PSG bahkan turun dari peringkat keempat menjadi kelima dalam daftar favorit setelah mereka kalah 1-2 dari Monaco di Ligue 1.

Jika berhasil menjadi juara lagi, PSG akan menyamai pencapaian langka Real Madrid yang pernah memenangkan tiga gelar Liga Champions secara beruntun.

Di era European Cup, Ajax dan Bayern Munich juga pernah melakukan hal serupa.

Barcelona Lebih Dijagokan daripada Real Madrid

Barcelona juga masuk dalam kelompok kandidat kuat. Klub asal Catalunya itu memiliki peluang 8,2 persen untuk memenangkan Liga Champions 2026/2027.

Barcelona terakhir kali mengangkat trofi tersebut pada 2015.

Kini, mereka kembali dipandang memiliki peluang realistis untuk mengakhiri penantian panjang.

Sementara itu, Real Madrid justru mendapat probabilitas yang relatif rendah, yakni 4,4 persen.

Angka tersebut cukup mengejutkan mengingat Madrid merupakan klub tersukses dalam sejarah kompetisi dengan 15 gelar, termasuk ketika kompetisi masih bernama European Cup.

Madrid juga telah memenangkan Liga Champions dua kali dalam lima musim terakhir.

Namun, mereka gagal melewati babak perempat final dalam dua musim terakhir dan belum memenangkan trofi mayor sejak menjuarai Liga Champions 2023/2024.

Liverpool di Atas Real Madrid

Liverpool justru mendapat proyeksi lebih tinggi dibandingkan Real Madrid.

The Reds memiliki peluang 6,1 persen untuk kembali menjadi juara.

Liverpool memiliki rekam jejak kuat di Eropa.

Mereka mencapai tiga final dalam lima musim antara 2017/2018 hingga 2021/2022.

Bahkan, peluang Liverpool mencapai final musim ini diperkirakan mencapai 13,3 persen.

Manchester United Bisa Jadi Kuda Hitam

Manchester United menjadi salah satu tim yang menarik perhatian dalam proyeksi Opta.

Setelah absen selama dua tahun, Setan Merah kembali tampil di Liga Champions.

Namun, peluang mereka menjadi juara masih kecil, hanya 3,8 persen.

United terakhir kali memenangkan kompetisi tersebut pada 2007/2008 dan belum mencapai semifinal sejak menjadi runner-up pada 2010/2011.

Meski begitu, Opta melihat peluang United melangkah cukup jauh.

Mereka memiliki probabilitas 37,6 persen untuk mencapai perempat final dan 18,4 persen untuk menembus semifinal.

Inter Milan dan Aston Villa Masih Berpeluang

Inter Milan juga layak diperhitungkan setelah tampil di final dua kali dalam empat musim terakhir.

Opta memberikan Inter peluang 8,7 persen untuk kembali mencapai final. Namun, probabilitas mereka memenangkan trofi hanya 3,7 persen.

Aston Villa berada di posisi ke-10 dalam daftar favorit juara dengan peluang 2,0 persen.

Performa buruk pada awal musim domestik serta kehilangan sejumlah pemain penting pada bursa transfer musim panas membuat perjalanan mereka di Eropa diprediksi tidak mudah.

Dortmund hingga Como Jadi Underdog

Di luar kandidat utama, Borussia Dortmund memiliki peluang 1,8 persen untuk menjadi juara.

Sporting CP berada di angka 1,4 persen, Roma 1,3 persen, sedangkan Como 1,2 persen.

Sementara itu, terdapat 22 tim yang memenangkan kurang dari satu persen dari total 10.000 simulasi Opta.

Dua klub bahkan sama sekali tidak memenangkan satu pun simulasi.

Shakhtar Donetsk dan Slovan Bratislava tercatat memiliki nol kemenangan dari 10.000 simulasi.

Sabah dari Azerbaijan, yang menjalani debut di Liga Champions, sedikit lebih beruntung. Mereka berhasil menjadi juara dalam dua dari 10.000 simulasi.

Feyenoord hanya mencatat peluang 0,04 persen, AEK Athens 0,05 persen, dan LASK 0,07 persen.

Meski superkomputer memberikan gambaran berdasarkan probabilitas, prediksi tetap bukan jaminan hasil akhir.

Liga Champions telah berkali-kali menunjukkan bahwa performa di lapangan dapat membalikkan kalkulasi statistik.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com