- Persija Jakarta siap menjamu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno
- Shin Tae-yong menargetkan poin penuh dalam laga kandang perdana di Jakarta sejak 2019.
- Pelatih Persija mempertanyakan keadilan kompetisi akibat timnya tujuh tahun terusir dari Jakarta.
Suara.com - Persija Jakarta membidik angka penuh saat menjamu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Sabtu, 12 September 2026. Pertemuan pekan kedua Super League 2026/2027 ini memutus penantian panjang Macan Kemayoran yang tak pernah berlaga di Jakarta melawan rivalnya sejak 2019.
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, menegaskan bahwa kepastian berlaga di kandang sendiri harus berbuah hasil maksimal. Keputusan kembali bermain di GBK menjadi suntikan motivasi besar bagi seluruh anggota tim untuk membungkam sang rival.
Kondisi laga kandang ini dinilai sebagai momentum berharga yang wajib dikonversi menjadi poin penuh. Penggawa Macan Kemayoran didorong tampil habis-habisan di hadapan puluhan ribu pendukung setia mereka.
“Kami harus meraih kemenangan pada pertandingan tersebut. Kami harus mengambilnya,” kata Shin Tae-yong kepada awak media di Persija Training Ground, Selasa (8/9/2026).
Juru taktik asal Korea Selatan tersebut dibuat tercengang begitu mendapati rekam jejak laga kandang Persija melawan Persib beberapa tahun belakangan. Ia terheran-heran karena anak asuhnya selalu terpaksa mengungsi keluar Jakarta saat mendapat jatah tuan rumah.
Keheranan juru taktik berusia 55 tahun itu muncul saat menyadari fakta bahwa Persija tidak pernah benar-benar menikmati laga kandang sebenarnya melawan Maung Bandung selama tujuh musim. Situasi tersebut dinilainya tidak biasa dalam tata kelola tata kelola kompetisi sepak bola profesional.
“Tapi tunggu, itu artinya selama tujuh tahun kami terus bertanding sebagai tim away dan tidak pernah sekalipun bermain di kandang?” tambahnya.
Prinsip kesetaraan dan kelayakan tempat pertandingan menjadi perhatian utama eks pelatih tim nasional Korea Selatan tersebut. Menurutnya, sebuah kompetisi olahraga harus menjunjung tinggi kesetaraan perlakuan bagi semua peserta.
Ketidakseimbangan lokasi pertandingan di masa lalu dianggap memberi keuntungan tidak adil bagi salah satu pihak. Setiap klub berhak atas perlakukan yang setara demi menjaga kesucian nilai-nilai olahraga.
“Kalau begitu ceritanya, seharusnya ketika giliran tandang, Persib Bandung juga bermain di tempat lain, Pola pikir saya dalam olahraga selalu bahwa olahraga itu harus fair play atau adil. Kita tidak boleh memberikan keuntungan sepihak kepada tim mana pun,” ujar Shin Tae-yong.
Aspek fair play menjadi fondasi paling mendasar yang terus ditekankan Shin Tae-yong di dunia olahraga. Pertandingan sepak bola tingkat tinggi harus diselenggarakan dengan iklim kompetitif yang seimbang tanpa ada intimidasi regulasi.
Keseimbangan situasi laga diyakini akan melahirkan pertandingan bermutu tinggi yang bisa dinikmati publik secara jujur. Sikap ini terus dipegang teguh sang pelatih dalam menghadapi partai persaingan panas mendatang.
“Kedua tim harus selalu bertanding secara adil dan dalam kondisi yang sama persis. Itulah semangat olahraga yang sesungguhnya,” pungkasnya.
Duel panas antara Persija dan Persib memang selalu dibayangi masalah perizinan keamanan serta ketersediaan arena di ibu kota. Sejak pertemuan terakhir di GBK pada musim 2019, Macan Kemayoran berulang kali terusir ke stadion luar Jakarta saat bertindak sebagai tuan rumah.
Catatan kelam perpindahan markas tersebut kini resmi terhenti pada pekan kedua Super League musim 2026/2027. Kepastian bertanding di SUGBK menjadi babak baru bagi Persija untuk menegaskan dominasi mereka di kandang sendiri.