Kesaksian Quiermo Dumay Usai Dihajar Jhon van Beukering: Berawal dari Kontak Mata Berakhir di UGD

Rabu, 16 September 2026 | 15:21 WIB
Kondisi Korban Serangan Brutal Jhon van Beukering: Tujuh Gigi Copot, Mulut Rbbek [Istimewa]
  • Pemain IJsselmeervogels Quiermo Dumay mengalami keributan dengan Jhon van Beukering di lorong ruang ganti GVVV.
  • Dumay menderita luka parah termasuk lima jahitan rahang dan tujuh gigi patah akibat pukulan keras.
  • Insiden terjadi karena Dumay berniat melerai keributan setelah pertandingan panas berakhir di Tweede Divisie.

Suara.com - Pemain IJsselmeervogels, Quiermo Dumay, mengungkap kondisi yang dialaminya setelah insiden keributan dengan mantan striker Timnas Indonesia, Jhon van Beukering.

Dumay mengaku mendapat pukulan keras di bagian wajah saat keributan terjadi di lorong ruang ganti dalam pertandingan GVVV kontra IJsselmeervogels.

Menurut Dumay, dirinya harus menjalani lima jahitan di bagian rahang.

Selain tujuh gigi patah, beberapa gigi lainnya juga mengalami kerusakan dan harus mendapat penanganan medis.

“Saya terutama masih sangat terpukul. Di unit gawat darurat, saya menjalani sejumlah tindakan medis yang cukup intensif. Akibat pukulan Van Beukering, tujuh gigi saya patah, tiga di bagian atas dan empat di bagian bawah,” kata Dumay kepada Algemeen Dagblad.

Video keributan yang melibatkan mantan pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Jhon van Beukering, dengan pemain IJsselmeervogels, Quiermo Dumay beredar di media sosial. [Istimewa]

Beruntung, dokter masih dapat memperbaiki posisi gigi yang terdorong ke belakang akibat pukulan tersebut.

“Mereka untungnya bisa mengembalikan gigi-gigi yang terdorong ke belakang itu ke posisi semula,” ujarnya.

Dumay mengatakan dirinya masih merasakan sakit dan harus mengonsumsi obat.

Ia juga membutuhkan waktu untuk mencerna kejadian yang menurutnya sulit dipercaya tersebut.

Mengaku Langsung Tersungkur

Dumay menjelaskan keributan bermula setelah pertandingan berjalan panas.

Situasi kemudian berubah menjadi aksi saling dorong dan tarik ketika para pemain masuk ke lorong ruang ganti.

Sebagai mantan pemain GVVV, Dumay mengaku mengenal banyak orang di klub tersebut.

Ia kemudian mencoba masuk ke tengah keributan untuk memisahkan pihak-pihak yang terlibat.

“Saya tentu mengenal GVVV dengan baik karena pernah bermain di sana. Karena itu, saya kembali untuk memisahkan kedua pihak,” ujar Dumay.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com