- Timnas Indonesia akan melawan Bangladesh pada Kamis (1/10) di Stadion Utama Gelora Bung Karno dalam FIFA ASEAN Cup 2026.
- Pelatih Bangladesh Thomas Dooley memiliki rekor tak terkalahkan melawan Indonesia dari dua pertemuan masa lalu bersama Filipina.
- Thomas Dooley menuntut para pemain Bangladesh tampil berani, bermain spartan, dan menghindari strategi umpan lambung jarak jauh.
Suara.com - Pelatih Timnas Bangladesh, Thomas Dooley, memiliki catatan menarik setiap kali berhadapan dengan Timnas Indonesia.
Timnas Indonesia akan melakoni partai hidup mati melawan Bangladesh pada matchday terakhir grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis (1/10) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Di atas kertas, materi pemain Bangladesh berada di bawah anak asuh John Herdman.
Namun catatan statistik Dooley tiap kali bertemu Timnas Indonesia justru tunjukkan fakta yang bikin was-was.
Dari dua pertemuan, Dooley tak pernah mengalami kekalahan dari Timnas Indonesia.
Dooley mencatat satu kemenangan dan satu hasil imbang, dengan torehan enam gol dan hanya kebobolan dua kali.
Pertemuan pertama berlangsung pada fase grup Piala AFF 2014.
Filipina yang ketika itu dilatih Dooley secara mengejutkan menghantam Indonesia dengan skor telak 4-0 di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam.
Hasil tersebut menjadi salah satu kemenangan terbesar Filipina atas Indonesia.
Dua tahun kemudian, Dooley kembali berhadapan dengan Indonesia pada Piala AFF 2016.
Kali ini Filipina tidak mampu meraih kemenangan, tetapi tetap berhasil mengamankan satu poin setelah pertandingan berakhir 2-2.
Dooley Janjikan Bangladesh Main Spartan
Jelang lawan Timnas Indonesia, Thomas Dooley, menegaskan timnya datang ke FIFA ASEAN Cup 2026 bukan sekadar untuk menjalani pertandingan tanpa target.
Dooley meminta para pemainnya menunjukkan keberanian dan memberikan kemampuan terbaik demi negara.
"Kami telah membicarakan betapa kami harus berjuang demi negara, penggemar, keluarga, dan federasi. Kami di sini bukan untuk berlibur, melainkan bertarung melawan tim-tim yang peringkatnya jauh di atas kami," kata Thomas Dooley.