-
Pelatih Thomas Dooley membantah rumor perselisihan internal dengan winger muda Farhaan Ali Wahid.
-
Keputusan mencadangkan Farhaan Ali murni karena pertimbangan evaluasi performa dan kebutuhan taktis tim.
-
Bangladesh sudah tersingkir, sedangkan Timnas Indonesia wajib menang demi meraih tiket ke final.
Suara.com - Juru taktik Bangladesh Thomas Doley secara tegas meredam rumor panas mengenai keretakan internal di dalam skuadnya. Pernyataan ini muncul tepat menjelang bentrokan menentukan melawan Timnas Indonesia pada laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Isu ketegangan merebak setelah penyerang sayap muda Farhaan Ali Wahid dipinggirkan ke bangku cadangan saat bentrok dengan Singapura. Keputusan taktis tersebut memicu gejolak spekulasi netizen yang menuding hubungan sang pemain dengan pelatih memanas.
Merespons tuduhan liar yang beredar, juru taktik asal Amerika Serikat itu langsung membantah adanya bentrok fisik maupun argumentasi verbal. Ia meluruskan bahwa atmosfer ruang ganti tim nasional tetap dalam kondisi kondusif tanpa kendala.
"Tidak ada perselisihan antara Farhaan Ali dan saya. Saya juga tidak memiliki masalah dengan ayahnya. Saya tidak pernah berdebat atau bertengkar dengan ayahnya. Selain itu, cerita-cerita yang beredar sama sekali tidak benar," ujar Dooley kepada TSports.
Pemuda 19 tahun yang merumput bersama Boreham Wood di Liga Inggris itu sebenarnya sempat menghiasi starting XI pada laga pembuka. Namun, masa edarnya di lapangan hijau dipangkas saat memasuki babak kedua kala berhadapan dengan Malaysia.
Porsi bermain Farhaan Ali yang terus merosot hingga menjadi pemanis bangku cadangan menimbulkan riak keheranan di kalangan publik. Situasi tersebut bahkan sempat memicu kabar miring terkait niat sang pemain hengkang dari hotel tempat menginap tim.
Menanggapi arus rumor yang terus bergulir deras, nahkoda anyar Bangladesh itu mengaku tidak terkejut. Sang juru strategi mengklaim sudah terbiasa diterjang isu miring sejak awal mengarsiteki tim.
Kehadiran media sosial dinilainya menjadi sarana empuk bagi pihak tertentu untuk menghembuskan kabar bohong demi memancing kegaduhan. Publik kerap kali menyimpulkan sendiri alasan teknis di balik pencoretan seorang pemain dari tim utama.
"Sejak tiba di Bangladesh, rasanya hampir setiap hari muncul rumor baru. Saat orang merasa tidak senang akan sesuatu atau sekadar ingin memancing kehebohan, mereka mengunggah sesuatu di media sosial, padahal sebagian besar hal itu tidak benar," kata Dooley.
Eks pelatih Filipina tersebut menekankan bahwa rotasi pemain sepenuhnya berada di bawah kendali dan wewenang mutlak dirinya. Evaluasi fisik, kebutuhan taktik, hingga penurunan form performa di lapangan menjadi dasar pertimbangan pencoretan.
Ia enggan menyembunyikan alasan teknis di balik keputusan mengganti pilar mudanya tersebut saat jeda antarbabak. Sikap transparan juga selalu ia tunjukkan kepada jajaran pengurus federasi sepak bola setempat.
"Ketika seorang pelatih menempatkan pemain di bangku cadangan atau menggantinya, selalu ada alasan di baliknya. Mungkin pemain itu butuh istirahat karena jadwal bermain yang padat, mungkin ia mengalami cedera, mungkin keputusannya bersifat taktis, atau mungkin karena performanya. Bisa ada banyak alasan di baliknya," jelasnya.
"Saya selalu terbuka mengenai keputusan-keputusan saya di dalam tim maupun kepada federasi. Saya sangat terbuka; tidak ada yang saya sembunyikan, dan hanya ada satu alasan mengapa Farhaan ditarik keluar saat jeda babak pertama, yaitu performa," tegas Dooley.
Performa Bangladesh di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri dipastikan sudah tidak menentukan langkah mereka. Dua kekalahan beruntun dari Malaysia dan Singapura memaksa armada Thomas Dooley angkat koper lebih awal.
Di sisi lain, Timnas Indonesia masih memelihara asa untuk merebut tiket ke partai puncak turnamen kawasan ini. Pasukan Garuda wajib mengamankan kemenangan atas Bangladesh sembari menanti hasil laga antara Malaysia dan Singapura.
Kondisi kontras kedua tim diprediksi bakal membuat duel di Stadion Utama Gelora Bung Karno berjalan sengit. Indonesia berambisi tampil menyerang, sementara Bangladesh bertekad menutup laga dengan hasil terhormat.