'Mata Elang' Thomas Dooley Tandai Kevin Diks dan Ole Romeny Jelang Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:16 WIB
Timnas Indonesia Perkuat Aspek Non-Taktikal untuk Hadapi Jepang dan Qatar di Piala Asia 2027. [Dok. KitaGaruda]
BACA 10 DETIK
  • Pelatih Bangladesh menyoroti dominasi pemain diaspora Indonesia di liga-liga papan atas Eropa.

  • Thomas Dooley mewaspadai ancaman Kevin Diks serta Ole Romeny jelang duel di SUGBK.

  • Bangladesh berstatus sudah tersingkir dari persaingan menuju fase gugur FIFA ASEAN Cup 2026.

Suara.com - Kualitas pemain diaspora Timnas Indonesia yang merumput di liga-liga elite Eropa menjadi ancaman nyata bagi Bangladesh dalam laga penutup grup di Jakarta. Kesenjangan komposisi skuad membuat tim tamu harus realistis menghadapi gempuran lawan yang berada di level berbeda.

Stadion Utama Gelora Bung Karno menggelar bentrokan kedua tim pada Kamis malam pukul 19.30 WIB. Pertandingan ini tak lagi menentukan nasib Bangladesh yang sudah dipastikan gugur lebih awal dari turnamen.

Lini pertahanan Bangladesh bersiap menerima ujian berat dari kombinasi pemain bertaraf internasional milik tuan rumah. Jurang pemisah fisik dan pengalaman bertanding antar kedua negara dinilai terlalu lebar untuk dipangkas dalam waktu singkat.

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny (IG Timnas Indonesia)

Kedalaman armada Garuda ditopang oleh keberadaan para legiun asing yang reguler berkompetisi di Jerman, Belanda, hingga Italia. Sebaliknya, wakil Asia Selatan tersebut cuma bergantung pada satu pilar utama di luar negeri, yakni Hamza Choudhury milik Sheffield United.

"Sekarang mereka juga memiliki pemain yang bermain di level internasional di negara-negara seperti Jerman, Belanda, dan Italia. Kita tidak memiliki itu di Bangladesh dan itu membuatnya sulit. Tetapi perlahan, mudah-mudahan, kita dapat menciptakan budaya ini di Bangladesh juga," ujarnya dikutip dari Bangla Tribune.

Juru taktik tim tamu secara khusus menaruh perhatian pada dua penggawa berbahaya di barisan serang Indonesia, yakni Kevin Diks dan Ole Romeny. Kehadiran Kevin yang berkarier di kompetisi teratas Jerman dianggap sebagai ancaman paling mematikan bagi lini pertahanan timnya.

"Kevin, pemain dari Gladbach di Jerman, sangat berbahaya. Saya tidak tahu nama semua orang. Tetapi mereka yang berada di depan, terutama di posisi nomor 10, sangat tinggi, kuat, dan secara teknik bagus," kata Dooley.

Selain menyoroti pilar lini belakang asal Gladbach tersebut, daya gedor lini depan skuad Garuda juga menjadi perhatian serius sang arsitek strategi. Keberadaan penyerang serba bisa seperti Ole Romeny dinilai memberi dimensi serangan yang sangat bervariasi dan sulit diredam.

Kelebihan postur tubuh para benteng pertahanan Indonesia juga disinggung oleh Dooley karena memberikan dominasi fisik yang mutlak saat duel udara. Keunggulan tinggi badan tersebut membuat para pemain Bangladesh kalah jauh dalam memenangi perebutan bola.

Meski harus menerima kenyataan pahit atas perbedaan kelas yang mencolok, Dooley menyikapi duel ini tanpa beban. Ia menyadari kejutan besar hampir mustahil diwujudkan saat berhadapan dengan tim bertabur bintang.

Laga di SUGBK ini menjadi bagian dari matchday terakhir fase grup FIFA ASEAN Cup 2026. Bangladesh datang tanpa beban poin usai rentetan hasil buruk, sementara Indonesia mengincar poin penuh untuk memantapkan posisi menuju babak berikutnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com