- Pelatih Bangladesh Thomas Dooley menilai Indonesia lawan berat menjelang laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 malam ini.
- Pertandingan tersebut akan diselenggarakan pada Kamis 1 Oktober 2026 dengan target Bangladesh mengincar kemenangan tiga poin.
- Hasil analisis Dooley menyatakan Indonesia unggul karena memiliki banyak pengalaman internasional dan pemain berkualitas di Eropa.
Suara.com - Pelatih Timnas Bangladesh Thomas Dooley mengakui Indonesia merupakan lawan berat menjelang pertemuan kedua tim pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 malam ini, Kamis 1 Oktober 2026.
Meski menginginkan kemenangan, Dooley tidak berani menjanjikan Bangladesh mampu menang telak 3-0 atas skuad Garuda.
Bangladesh memang datang dengan ambisi meraih tiga poin.
Namun, Dooley meminta anak asuhnya tetap berpijak pada realitas karena Indonesia memiliki kualitas pemain dan pengalaman internasional yang lebih mumpuni.
"Kalau besok kami bisa mengalahkan Indonesia 3-0, tentu akan sangat bagus. Betapa bagusnya itu! Tetapi apakah itu akan terjadi, Anda bisa memberi tahu saya? Kami tidak tahu," kata Dooley, dikutip dari Bangla Tribune.
Pelatih berusia 65 tahun tersebut bahkan mengingatkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan mencetak banyak gol.
Karena itu, Bangladesh harus tampil disiplin dan tidak memberikan ruang kepada pemain-pemain skuad Garuda.
"Karena mereka adalah tim yang hebat. Mereka juga punya kemampuan untuk mencetak empat atau lima gol. Sangat sulit bermain melawan tim seperti ini," ujarnya.
Dooley melihat perbedaan kualitas sepak bola Indonesia dan Bangladesh cukup besar.
Salah satu indikatornya adalah banyaknya pemain Indonesia yang memiliki pengalaman bermain di kompetisi Eropa.
"Perbedaan antara Indonesia dan Bangladesh adalah Indonesia memiliki jutaan pemain. Sekarang mereka juga memiliki pemain yang bermain di level internasional di negara-negara seperti Jerman, Belanda dan Italia," kata Dooley.
Menurut Dooley, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Bangladesh.
Ia berharap perkembangan sepak bola Bangladesh secara bertahap dapat menghasilkan kompetisi dan pemain dengan pengalaman serupa.
Doley juga memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah pemain Indonesia. Kevin Diks dan Ole Romeny jadi pemain yang berbahaya menurut Dooley.
"Dia (Kevin Diks) sangat berbahaya. Saya tidak tahu semua nama mereka. Tetapi para pemain di lini depan, terutama pemain nomor 10, sangat tinggi, kuat dan bagus secara teknis," katanya.