- Kiper Timnas Indonesia Emil Audero maju membantu serangan saat membantai Bangladesh 9-2 di FIFA ASEAN Cup 2026.
- Strategi ofensif itu diambil demi mengejar produktivitas selisih gol meski akhirnya kebobolan satu gol di lini belakang.
- Timnas Indonesia lolos ke final untuk menghadapi Thailand setelah sukses melewati babak sebelumnya dalam turnamen tersebut.
Suara.com - Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, menjadi sorotan setelah ikut membantu serangan saat Skuad Garuda menghancurkan Bangladesh 9-2 pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Momen itu terjadi ketika Indonesia terus memburu gol tambahan. Audero bahkan terlihat maju membantu serangan saat Skuad Garuda mencetak gol kedelapan.
Audero menjelaskan bahwa keputusannya ikut maju bukan tindakan spontan tanpa perhitungan.
Menurutnya, strategi Indonesia memang mengharuskan seluruh pemain mengambil risiko demi mengejar jumlah gol.
"Pertandingan jenis ini sangat sulit untuk dinilai secara mentah. Tentu saja tim saya butuh mencetak gol, sehingga keseimbangan tim condong penuh ke depan," ujar Audero seperti dilansir FIFA.
Fokus Indonesia untuk terus menyerang membuat ruang di lini belakang semakin terbuka. Situasi tersebut kemudian dimanfaatkan Bangladesh untuk mencetak gol kedua pada penghujung pertandingan.
Namun, Audero menilai risiko tersebut harus diambil karena produktivitas gol menjadi faktor penting dalam persaingan menuju final.
"Jadi wajar jika Anda menekan ke depan dan meninggalkan ruang di belakang. Kami terus menyerang karena tahu bahwa selisih gol adalah bagian dari pertarungan untuk mencapai final," katanya.
Audero menyebut timnya siap menerima risiko dari permainan ofensif tersebut. Kiper kelahiran Indonesia yang pernah memperkuat Inter Milan itu juga menegaskan mentalitas skuad menjadi faktor penting.
"Kami menerima risiko itu, dan yang terpenting kami cukup tangguh untuk mencetak gol lebih banyak daripada Malaysia," tegas Audero.
Setelah memastikan tiket ke partai puncak, Indonesia kini harus menghadapi Thailand. Pertandingan final akan menjadi penentu bagi Skuad Garuda untuk mengakhiri turnamen dengan gelar juara.
Audero mengaku antusias menyambut pertandingan tersebut. Meski demikian, ia tidak ingin timnya terbebani oleh tekanan berlebihan.
"Ya, kami sangat antusias. Namun, Anda tahu, ini tidak ada bedanya dengan apa yang sudah kami lakukan sejauh ini," ujar Audero.