Ogah Cari-cari Alasan Usai Kalah, Pelatih Thailand: Selamat Timnas Indonesia

Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:32 WIB
Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, menjawab pertanyaan pewarta setelah undian grup Piala AFF 2026 di Studio MNC, Jakarta, Kamis (15/1/2026). (Antara/Rauf Adipati)
BACA 10 DETIK
  • Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 usai menang adu penalti 4-2 atas Thailand.

  • Pelatih Thailand Anthony Hudson memuji komposisi skuad Indonesia yang berkembang sangat positif.

  • Hudson menganggap kekalahan Thailand terjadi karena faktor keberuntungan dalam drama adu penalti.

Suara.com - Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, menunjukkan sikap sportif setelah timnya gagal meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026. Ia mengucapkan selamat kepada skuad Garuda usai memenangi kejuaraan ini.

Thailand harus mengakui keunggulan Timnas Indonesia melalui drama adu penalti pada pertandingan final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).

Alih-alih mencari kambing hitam, Hudson justru memberikan apresiasi besar kepada Timnas Indonesia. Pelatih asal Inggris itu menilai Skuad Garuda menunjukkan perkembangan positif dan memiliki komposisi pemain yang semakin kuat.

Timnas Thailand lolos ke Piala Asia 2027. (Instagram/changsuek)

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Hudson secara terbuka memberikan ucapan selamat kepada Indonesia. Ia menilai perjalanan Skuad Garuda saat ini menunjukkan arah perkembangan yang positif.

"Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya kepada Indonesia. Mereka benar-benar tim yang sedang bergerak ke arah yang tepat dan memiliki skuad yang sangat kuat. Selamat untuk Indonesia," kata Hudson usai pertandingan.

Pujian tersebut datang setelah pertandingan final berlangsung ketat. Thailand sempat berada dalam posisi untuk mengamankan kemenangan, tetapi Indonesia mampu memaksakan skor menjadi 2-2 hingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Drama kemudian berlanjut ke babak tos-tosan. Indonesia tampil lebih tenang dan berhasil memenangkan adu penalti dengan skor 4-2.

Kekalahan tersebut jelas membuat Hudson kecewa. Namun, ia tetap memberikan penghargaan kepada para pemain Thailand yang mampu berjuang keras, termasuk ketika harus menjalani pertandingan dengan 10 pemain.

"Perasaan pribadi saya saat ini sangat sedih. Sulit menggambarkan betapa beratnya momen ini," ia menambahkan.

"Namun, di sisi lain, saya sangat bangga pada para pemain atas daya juang yang mereka tunjukkan, terutama saat harus bertahan dan merespons pertandingan hanya dengan 10 pemain," ungkapnya.

Thailand harus mempertahankan permainan dalam kondisi sulit setelah kehilangan satu pemain. Meski demikian, mereka tetap mampu memberikan perlawanan hingga pertandingan berakhir.

Anthony Hudson juga menolak menjadikan pemainnya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kegagalan Thailand mengangkat trofi. 

Menurutnya, seluruh anggota tim telah memberikan kemampuan terbaik sepanjang pertandingan.

Ia menilai hasil akhir dalam adu penalti juga dipengaruhi faktor keberuntungan. Karena itu, Hudson tidak melihat adanya kesalahan individu yang layak dijadikan penyebab kekalahan.

"Saya tidak melihat ada kesalahan yang harus disalahkan. Para pemain sudah memberikan segalanya di lapangan. Ketika masuk ke babak adu penalti, situasi menjadi seperti undian, dan itulah bagian dari sepak bola," tutur Hudson.

Meskipun harus pulang tanpa gelar, Hudson tetap menyimpan rasa bangga terhadap para pemainnya. Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada pemain Thailand yang mendampinginya dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan.

Menurut Hudson, pemain tersebut selalu menunjukkan performa maksimal setiap kali mendapatkan kesempatan bermain untuk Thailand.

"Saya bangga dengan pemain yang duduk di sebelah saya ini. Setiap kali dipercaya turun ke lapangan, dia selalu tampil luar biasa. Sekali lagi, selamat untuk Indonesia," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com