Kata-kata Justin Hubner Bangga Timnas Indonesia Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:18 WIB
Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 usai mengalahkan Thailand lewat adu penalti. (Antara)
BACA 10 DETIK
  • Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 usai mengalahkan Thailand lewat adu penalti.

  • Kemenangan ini mengakhiri dahaga gelar juara tim senior Indonesia selama 35 tahun.

  • Justin Hubner memuji mentalitas pantang menyerah skuad Garuda meski tampil tanpa kapten utama.

Suara.com - Timnas Indonesia mengukir sejarah baru dengan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menumbangkan Thailand lewat adu penalti berfluktuasi tinggi. Kemenangan dramatis ini mengakhiri dahaga gelar juara tim senior yang telah berlangsung selama tiga dekade lebih.

Laga puncak di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin malam itu menjadi saksi lahirnya standar baru mentalitas bertanding skuad Garuda. Tanpa sejumlah pemain kunci, ketahanan fisik dan kedalaman skuad menjadi kunci utama pengunci gelar.

Keberhasilan meraih trofi ini tidak hanya memutus rekor buruk di partai final, tetapi juga menegaskan lompatan kualitas sepak bola nasional di kancah regional. Konsistensi permainan sepanjang turnamen membuktikan bahwa peta kekuatan sepak bola Asia Tenggara kini telah bergeser.

Justin Hubner optimistis Timnas Indonesia tetap berpeluang lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. (Antara)

"Luar biasa, Anda tahu. Saya pikir, ini hal yang tidak bisa saya gambarkan. Jika Anda melihat dari mana kami berasal, ini benar-benar luar biasa. Perasaan mendapatkan trofi pertama dalam sejarah Indonesia ini, benar-benar luar biasa," kata Justin Hubner kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Justin Hubner tampil konsisten sebagai pilar utama lini pertahanan sejak fase grup hingga partai puncak. Namun, kelelahan fisik yang amat sangat memaksa bek tangguh tersebut menyudahi laga lebih awal di babak perpanjangan waktu.

Masuknya Shayne Pattynama pada menit ke-101 menggantikan Hubner menjadi keputusan krusial yang menjaga keseimbangan tim. Pattynama menjalankan tugasnya dengan dingin saat mengeksekusi penalti di masa krusial.

"Saya bermain selama 90 menit, tetapi pada babak tambahan waktu saya diganti. Sejujurnya, kaki saya benar-benar sudah lelah. Namun, ya, saya pikir jika Anda melihat mentalitas kelompok ini, itu gila. Benar-benar gila. Tidak ada lagi yang bisa saya katakan," kata dia.

Tantangan Indonesia kian berat karena harus mengarungi turnamen tanpa kehadiran bek utama sekaligus kapten tim, Jay Idzes, yang dibekap cedera. Ketidakhadiran Idzes memaksa barisan pertahanan bekerja ekstra keras membangun koordinasi baru.

Ketiadaan sang kapten justru memicu kebangkitan kolektif lini belakang untuk tampil lebih solid dan disiplin. Kolaborasi antar-pemain pelapis dan pilar utama mampu meredam agresivitas serangan Thailand sepanjang 120 menit.

"Jika Anda melihat bagaimana kami bangkit, bagaimana kami bertahan dalam pertandingan ini, tim ini benar-benar luar biasa," tutup Justin yang sudah 22 kali memainkan laga untuk Indonesia.

Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi pencapaian manis yang menyembuhkan dahaga panjang sepak bola tanah air. Dahaga gelar tim senior Indonesia sebelumnya berlangsung sejak medali emas SEA Games 1991 di Manila.

Selama 35 tahun, Timnas Indonesia kerap tersandung di laga krusial dan harus puas menempati posisi runner-up dalam berbagai turnamen Asia Tenggara. Kemenangan atas Thailand ini sekaligus meruntuhkan dominasi lawan yang kerap menjadi batu sandungan di laga-laga final terdahulu.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com