-
Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 usai menundukkan Thailand lewat adu penalti skor 4-2.
-
Luke Vickery sukses menandai debutnya bersama Skuad Garuda dengan sumbangan gol, assist, dan gelar juara.
-
Kemenangan dramatis ini resmi mengakhiri puasa gelar Asia Tenggara Indonesia selama 35 tahun.
Suara.com - Luke Vickery tak mampu sepenuhnya menggambarkan perasaannya setelah Timnas Indonesia memastikan diri sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Gelandang Timnas Indonesia tersebut mengaku merasakan begitu banyak emosi setelah melewati final dramatis melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada 5 September lalu.
Indonesia dan Thailand harus bermain hingga 120 menit setelah pertandingan berakhir dengan skor 2-2. Penentuan juara kemudian dilakukan melalui drama adu penalti.
Skuad Garuda akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2. Hasil tersebut sekaligus memastikan Indonesia mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026.
Bagi Vickery, pertandingan final menghadirkan pengalaman yang sulit dilupakan. Pergantian momentum dan ketegangan sepanjang laga membuat emosinya bercampur menjadi satu.
"Sulit untuk menggambarkan pertandingan seperti ini. Ada begitu banyak emosi, begitu banyak perubahan momentum," ujar Vickery dikutip dari laman resmi FIFA.
FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan turnamen pertama Luke Vickery bersama Timnas Indonesia. Debutnya bersama Skuad Garuda pun langsung berakhir dengan sebuah gelar juara.
Vickery juga memberikan kontribusi penting sepanjang turnamen dengan mencetak sejumlah gol dan memberikan assist. Namun, ia menegaskan bahwa pencapaian individu bukanlah hal yang paling penting baginya.
"Saya ingin terus berkembang. Saya mencetak sejumlah gol dan memberikan sejumlah assist di turnamen ini. Namun, pada akhirnya, kami keluar sebagai juara dan hanya itu yang terpenting," kata Vickery.
Gelar tersebut terasa semakin spesial karena Indonesia berhasil mengakhiri penantian selama 35 tahun untuk kembali meraih trofi di kawasan Asia Tenggara.
Kerja keras seluruh pemain sejak fase grup hingga final akhirnya terbayar lunas. Indonesia mampu melewati berbagai tekanan sebelum mengalahkan Thailand melalui adu penalti.
Bagi Vickery, keberhasilan tersebut menjadi penutup sempurna untuk turnamen pertamanya bersama Timnas Indonesia.
Ia bukan hanya merasakan pengalaman bermain di turnamen besar bersama Skuad Garuda, tetapi juga menjadi bagian dari tim yang berhasil mengakhiri penantian panjang Indonesia selama 35 tahun untuk kembali menjadi juara.