- Cristiano Ronaldo merilis surat terbuka untuk menjelaskan perselisihannya dengan pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus.
- Ronaldo menuding Jorge Jesus dua kali mengingkari kesepakatan terkait pengaturan menit bermain menjelang laga.
- Ronaldo menyatakan tetap siap kembali memperkuat tim nasional jika kondisinya sehat dan dibutuhkan.
Persoalan tersebut kemudian dibahas dalam pertemuan antara Ronaldo, Jorge Jesus, dan Direktur Olahraga Al Nassr Simao Coutinho.
Dalam pertemuan itu, mereka sepakat bahwa Jesus akan memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut dalam konferensi pers.
Menurut Ronaldo, Jesus juga mengakui bahwa dirinya tidak pernah meminta jumlah menit bermain tertentu.
Keputusan untuk membuat Ronaldo melakukan pemanasan tetapi tidak memainkannya disebut sebagai sebuah kesalahan.
Ronaldo bahkan mengklaim Jesus memeluknya dan berjanji akan menyampaikan isi kesepakatan tersebut secara terbuka kepada media.
Namun, menurut Ronaldo, pernyataan Jesus dalam konferensi pers justru berbeda dari hasil pembicaraan mereka.
“Sikap dalam konferensi pers tidak ada hubungannya dengan pertemuan kami. Saya mendengar ungkapan dan nada keras yang menurut saya tidak pantas saya terima,” tulis Ronaldo.
Ronaldo memastikan dirinya masih terbuka untuk kembali memperkuat Portugal.
CR7 menyatakan selama kondisi fisiknya memungkinkan dan masih aktif bermain di level klub, dirinya siap kembali membela negaranya.
“Jika saya sehat, masih bermain untuk klub dan berharap terus mencetak gol, setelah menjalani hukuman yang harus saya terima, saya akan siap, seperti yang selalu saya lakukan, untuk bermain dan menang bersama tim nasional,” tulis Ronaldo.
Pemain yang telah hampir 25 tahun membela Portugal itu juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mencampuri keputusan teknis pelatih.
Bagi Ronaldo, persoalan utama dalam hubungan antara pemain dan pelatih bukan mengenai siapa yang berkuasa, melainkan keterbukaan.
“Selama hampir 25 tahun membela Portugal, saya tidak pernah mencampuri keputusan teknis para pelatih,” tulisnya.
Ronaldo kemudian menyampaikan pesan yang menjadi inti dari surat panjangnya tersebut. “Yang mereka perlu lakukan hanyalah jujur kepada saya,” tegasnya.