Bus Persib EPA U-18 Diserang Gerombolan OTK, Viking Persib Club: Ini Kejahatan, Bukan Rivalitas!

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:36 WIB
Bus yang membawa pemain Persib Bandung Elite Pro Academy (EPA) U-18, mendapatkan serangan dari oknum suporter di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. [Istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Bus Persib EPA U-18 diserang oknum suporter di Rest Area Batang KM 360 pada hari Minggu, 11 Oktober 2026.
  • Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan bus, penjarahan koper ofisial, serta kekerasan fisik terhadap media officer tim.
  • Viking Persib Club mengecam tindakan kriminal tersebut dan mendukung kepolisian untuk menghukum berat para pelaku penyerangan.

Suara.com - Bus yang membawa pemain Persib Bandung Elite Pro Academy (EPA) U-18, mendapatkan serangan dari oknum suporter di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.

Akibat kejadian itu, bus dilaporkan mengalami kerusakan terutama di bagian kaca. Selain itu, beberapa koper milik ofisial dan tim EPA Persib U-18 dilaporkan dijarah.

Selain itu, Pandu Persada, Media Officer PT Persib Bandung Bermartabat untuk tim Persib EPA U-18, mengalami kekerasan fisik oleh sejumlah orang yang diduga terlibat dalam penyerangan.

Insiden tersebut mendapatkan kecaman dari berbagai pihaknya, di antaranya Viking Persib Club, karena sudah diluar batas wajar rivalitas dan merupakan tindakan kriminal yang mencoreng sportivitas.

Melalui akun media sosialnya, Viking Persib Club menyatakan sikap atas insiden penyerangan terhadap bus pemain Persib EPA U-18.

Ada empat poin pernyataan Viking Persib Club terkait insiden penyerangan tersebut, berikut ini poin poinnya.

1. Tindakan tersebut adalah KEJAHATAN, bukan rivalitas. Kita bersepakat bahwa rivalitas berhenti di garis lapangan. Penyerangan kepada bus pemain muda itu adalah pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan etika suporter.

2. Pemain muda adalah masa depan bangsa. Mereka adalah aset yang harus kita jaga, apa pun klubnya. Menyerang mereka sama dengan membunuh masa depan sepak bola itu sendiri.

3. Kami menuntut agar insiden ini bisa menjadi perhatian federasi dan mendukung penuh aparat kepolisian mengusut tuntas, mengidentifikasi pelaku, dan menghukum seberat-beratnya. TIDAK ADA TOLERANSI untuk kekerasan terhadap anak.

4. Kami mengajak seluruh elemen suporter di Bandung khususnya, dan di Indonesia umumnya, untuk mengawal dan berdiri bersama bibit muda sepak bola Indonesia. Sepak bola harus menjadi RUANG AMAN BAGI ANAK-ANAK UNTUK BERMIMPI.

"Tidak ada ruang untuk KEKERASAN. No room for VIOLENCE."

Sementara itu, rombongan tim Persib EPA U-18 dikabarkan sudah tiba ke Bandung pada Senin (12/11/2026).

Kontributor : Rahman

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com