- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengecam penyerangan bus Persib EPA U-18 oleh oknum suporter di Rest Area Batang pada 11 Oktober 2026.
- Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan bus, penjarahan koper, kekerasan fisik terhadap ofisial, serta luka-luka pada beberapa anggota tim akibat pecahan kaca.
- Pemerintah Kota Bandung memastikan proses hukum melalui kepolisian, memberikan perlindungan khusus, dan menyiapkan tim psikologi bagi para korban.
"Kami akan mengerahkan tim psikologi klinis sesuai kebutuhan. Mudah-mudahan dampaknya tidak terlalu besar, meskipun saya yakin tetap ada dampak yang dirasakan para korban," katanya.
Menurut Farhan, seluruh anggota tim Persib EPA U-18 sudah kembali ke Bandung, walaupun beberapa di antaranya mengalami luka karena pecahan kaca dan luka penganiayaan.
"Persib sudah memberikan klarifikasi bahwa tidak ada personel, atlet, maupun anggota keluarga yang tertinggal di Rest Area KM 360. Semuanya sudah kembali ke Bandung dengan selamat," ujarnya.
"Ada yang terluka akibat pecahan kaca dan ada pula yang terluka karena dugaan penganiayaan. Hal ini masih terus kami selidiki untuk memastikan kepolisian menegakkan keadilan bagi semua pihak," tegasnya.
Kontributor : Rahman