- Bus Persib U-18 diserang oknum suporter Persija di Rest Area Batang KM 360 pada Minggu malam (11/10/2026).
- Penyerangan menyebabkan kaca bus pecah, pemain terluka, seorang official dianiaya, serta beberapa koper dijarah massa.
- Persib melaporkan kejadian tersebut ke Polres Batang agar polisi segera mengamankan lokasi dan menjemput korban tertinggal.
Suara.com - elatih Persib Bandung U-18, Tito Agung Setiawan, menceritakan detik-detik saat bus yang ditumpangi timnya diserang oleh oknum supporter Persija di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam.
Tito mengatakan, saat itu rombongan Persib U-18 hendak pulang ke Bandung, setelah melakoni pertandingan Kompetisi Elite Pro Academy (EPA) musim 2026/2027 di Solo.
Kemudian saat Bus Persib tiba di Rest Area Batang KM 360, terdapat sejumlah suporter yang sedang beristirahat.
"Jadi, kalau secara kronologisnya, pada saat bus itu parkir tepat di depan kerumunan para suporter itu. Kemudian beberapa official tim kami turun. Ada Kang Pandu, Kang Ridwan, Kang Asep Supriadi, kurang lebih lima orang yang turun duluan memang ke situ," katanya, Senin (12/10/2026).
Saat melihat salah satu official tim yakni Pandu Persada menggunakan atribut Persib, oknum suporter tersebut mulai melakukan tindakan yang tidak mengenakan.
"Mungkin pada saat Kang Pandu, karena memakai atribut Persib, di situ mulai ada pergerakan dari kelompok suporter itu," ungkapnya.
"Nah, ketika lihat atribut Kang Pandu yang jersey Persib, dia berbalik ke belakang nih, ke bus, ke bus. Nah, pada saat berbalik ke belakang, ada Jakartans di dalam t-shirt-nya," jelasnya.
Setelah mengetahui orang yang berkumpul tersebut merupakan suporter Persija, Tito menanah official serta anak asuhnya untuk tidak turun dan bertahan di dalam bus, guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
Namun, beberapa oknum supporter tersebut melalukan provokasi, memaksa pemain dan official tim untuk turun serta melakukan intimidasi.
"Saya tahan anggota tim yang lain untuk tidak ada yang keluar lagi, untuk tetap bertahan di bus. Nah, mereka tunggu tidak ada yang turun lagi, akhirnya mereka yang masuk," ujarnya.
"Ada satu dua orang yang masuk ya sambil mengonfrontasi, mengintimidasi lah, memprovokasi kita, memaksa kita untuk turun dengan kata-kata kasar juga," jelasnya.
Meski mendapat intimidasi dan provokasi, anggota tim Persib U-18 tidak terpancing dan bertahan di bus sambil menunggu supir yang sedang beristirahat kembali.
"Kita tidak terpancing, kita tetap harus tetap berada di dalam sambil menunggu yang tadi turun itu kembali ke bus. Sambil menunggu juga, kebetulan sopirnya melakukan istirahat dan dia meninggalkan bus," katanya.
Saat sopir kembali, bus berusaha untuk meninggalkan lokasi, oknum suporter tersebut malah semakin brutal dengan melakukan pelemparan yang membuat sejumlah kaca bus pecah.
"Sampai sopir itu kembali, tapi provokasi itu terus berlangsung dan lebih-lebih tanpa ada diikutin pelemparan, intimidasi apa segala macam, sampai puncaknya bus kita dilempari dengan batu yang membuat pintu kaca belakang bus kiri dan kanan itu pecah," ujarnya.
Beberapa pemain juga mengalami luka karena serpihan kaca dan salah seorang official tim yakni Pandu Persada mendapatkan penganiayaan dari oknum supporter tersebut dan sempat tertinggal di Rest Area.