- Sejumlah federasi Eropa menarik dukungan terhadap pencalonan Gianni Infantino setelah rencana komersialisasi Piala Dunia menuai kritik luas.
- UEFA membahas sebelas usulan reformasi di Berlin guna membatasi kekuasaan presiden FIFA agar tidak mengambil keputusan secara sepihak.
- Aleksander Ceferin memutuskan maju kembali sebagai Presiden UEFA untuk periode 2027 hingga 2031 dalam pertemuan tertutup.
Keputusan tersebut disampaikan dalam pertemuan tertutup dengan federasi-federasi nasional di Berlin.
Ceferin telah memimpin UEFA sejak 2016. Jika terpilih kembali, ia akan menjalani masa jabatan 2027–2031, dengan pemilihan dijadwalkan berlangsung di Kazakhstan pada 2027.
Sebelumnya, Ceferin menyatakan tidak akan mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA, meskipun hubungan antara UEFA dan Infantino memburuk.
Hingga laporan tersebut disusun, UEFA juga belum mengajukan kandidat alternatif untuk menantang Infantino dalam pemilihan presiden FIFA.
Ceferin bahkan melontarkan kritik keras terhadap pemimpin FIFA tersebut.
Ia menyebut Infantino sebagai kaisar tanpa busana, merujuk pada kisah klasik tentang seorang penguasa yang dianggap memiliki kehebatan, tetapi kenyataannya tidak seperti yang digambarkan.