-
Malaysia mengincar pelatih Timnas Jepang Hajime Moriyasu untuk menangani skuad Harimau Malaya.
-
Presiden FAM Datuk Ab Ghani Hassan menegaskan belum ada pembahasan resmi terkait pelatih permanen.
-
Potensi hadirnya Moriyasu di Malaysia menjadi sinyal kewaspadaan bagi perkembangan Timnas Indonesia.
Suara.com - Timnas Malaysia dikabarkan mengincar pelatih Tim nasional Jepang, Hajime Moriyasu, untuk menangani Harimau Malaya. Jika terealisasi, langkah tersebut wajib diwaspadai Timnas Indonesia.
Ini karena Malaysia berpotensi menambah persaingan di kawasan Asia Tenggara. Timnas Indonesia harus terus meningkatkan kemampuan mengingat Hajime Moriyasu bukan pelatih biasa.
New Straits Times melaporkan nama Moriyasu masuk dalam bursa calon pelatih Malaysia. Juru taktik asal Jepang itu disebut berpeluang mencari tantangan baru di luar negeri setelah kontraknya bersama Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) berakhir seusai Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Meski demikian, kabar tersebut belum disertai konfirmasi mengenai pendekatan resmi dari Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Artinya, peluang Moriyasu menangani Malaysia masih sebatas laporan media dan belum menjadi keputusan resmi.
“Meski demikian, belum ada konfirmasi bahwa FAM telah melakukan pendekatan terhadap pelatih asal Jepang tersebut,” tulis NST.
Presiden FAM, Datuk Ab Ghani Hassan, juga menyatakan bahwa pihaknya belum membahas penunjukan pelatih permanen untuk Timnas Malaysia. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa (13/10/2026).
“Belum ada langkah konkret dari pihak FAM. Kami akan membahas persoalan ini secara mendalam,” ujar Ghani.
Saat ini, Tan Cheng Hoe berstatus sebagai pelatih interim Harimau Malaya setelah Peter Cklamovski mengundurkan diri pada Juni 2026.
FAM masih perlu menentukan sosok yang akan menangani tim secara permanen untuk agenda mendatang.
Moriyasu sendiri bukan sosok asing di panggung sepak bola internasional. Ia telah menangani Timnas Jepang sejak Agustus 2018 dan memimpin Samurai Biru dalam dua edisi Piala Dunia, yakni 2022 dan 2026.
Pengalaman tersebut membuat namanya menarik untuk dikaitkan dengan proyek pembangunan Timnas Malaysia. Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah Moriyasu benar-benar akan meninggalkan Jepang dan menerima tawaran dari negara lain.
Jika Malaysia benar-benar merekrut pelatih dengan pengalaman di Piala Dunia, persaingan sepak bola Asia Tenggara berpotensi semakin menarik.
Negara-negara di kawasan ini terus berupaya meningkatkan kualitas tim nasional melalui pembenahan program, perekrutan pemain, hingga pemilihan pelatih.
Timnas Indonesia sendiri saat ini ditangani John Herdman, pelatih yang memiliki pengalaman memimpin tim nasional di Piala Dunia. Sebelum Herdman, Indonesia juga pernah dilatih Shin Tae-yong selama periode 2020/2025.
Kehadiran pelatih berpengalaman di sejumlah negara ASEAN dapat meningkatkan perhatian terhadap persaingan regional.
Untuk saat ini, kabar ketertarikan Malaysia terhadap Moriyasu masih perlu menunggu perkembangan lebih lanjut. Belum adanya konfirmasi dari FAM membuat kemungkinan tersebut belum bisa dianggap sebagai langkah resmi Harimau Malaya.