-
John Herdman sukses membawa Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 lewat fondasi komunikasi awal.
-
Kevin Diks menyebut keberhasilan Timnas Indonesia dibangun lewat proses panjang, bukan hasil instan turnamen.
-
Pelatih John Herdman masuk menggantikan Patrick Kluivert yang gagal meloloskan Garuda ke Piala Dunia 2026.
Suara.com - Keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 tidak lepas dari proses yang dibangun pelatih John Herdman sejak awal kedatangannya. Bek skuad Garuda, Kevin Diks, mengungkapkan perubahan dalam tim nasional sudah berlangsung jauh sebelum turnamen dimulai.
Menurut Diks, pelatih asal Inggris tersebut tidak sekadar mempersiapkan tim untuk menghadapi pertandingan.
John Herdman juga membangun komunikasi dengan para pemain untuk memahami kebutuhan skuad sekaligus menanamkan fondasi bagi perkembangan tim.
Herdman ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia untuk menggantikan Patrick Kluivert, yang gagal membawa skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.
Kedatangannya membawa harapan baru bagi tim nasional yang dituntut meningkatkan prestasi di level internasional.
Hasilnya mulai terlihat di FIFA ASEAN Cup 2026. Di bawah arahan Herdman, Timnas Indonesia berhasil melewati berbagai tantangan hingga akhirnya keluar sebagai juara.
Diks menegaskan, pencapaian tersebut bukan hasil kerja instan selama turnamen. Bek Borussia Monchengladbach itu menilai fondasi keberhasilan Timnas Indonesia telah dibangun sejak Herdman mulai menangani skuad Garuda.
"Perkembangan tim sepanjang turnamen ini sebenarnya tidak dimulai saat turnamen berlangsung. Prosesnya sudah dimulai ketika John datang untuk melatih kami," kata Kevin Diks dalam keterangannya.
Menurut Diks, komunikasi menjadi salah satu aspek penting dalam pendekatan Herdman.
Pelatih tersebut berupaya memahami para pemain sekaligus membangun hubungan yang menjadi dasar bagi perkembangan tim.
Diks juga menilai perubahan tersebut tidak hanya terlihat dari pernyataan Herdman di hadapan media.
Prosesnya sudah berlangsung sejak awal sang pelatih bergabung dengan Timnas Indonesia.
"Saya rasa dalam beberapa hari terakhir, semua orang sudah melihat wawancara yang dia lakukan di televisi Indonesia," ia menjelaskan
"Namun, prosesnya tidak hanya dimulai dari situ. Semuanya berawal dari komunikasi sejak awal," terangnya.
Komunikasi yang terjalin membantu para pemain memahami arahan pelatih. Seiring berjalannya waktu, hal tersebut turut mendukung pembentukan mentalitas tim, terutama ketika skuad Garuda menghadapi tekanan dalam pertandingan.