Shin Tae-yong Tak Terima Persija Diminta Dikurangi Poin usai Insiden Penyerangan Bus Persib U-18

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:51 WIB
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong saat memimpin latihan timnya (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).
BACA 10 DETIK
  • Shin Tae-yong menolak desakan sanksi pengurangan poin untuk Persija Jakarta.

  • Klub dinilai tidak bisa mengawasi tindakan liar suporter di luar stadion.

  • Pelaku penyerangan bus diminta agar segera ditangkap dan diproses hukum.

Suara.com - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, angkat bicara mengenai desakan agar tim asuhannya dijatuhi sanksi pengurangan poin menyusul insiden penyerangan bus Persib Bandung U-18 oleh oknum suporter.

Shin Tae-yong menilai tanggung jawab klub harus dibedakan dari tindakan individu suporter, terlebih insiden tersebut terjadi di luar stadion dan bukan saat pertandingan berlangsung.

Penyerangan bus Persib U-18 terjadi di rest area Tol Batang-Semarang KM 360, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Bus yang membawa rombongan tim muda Maung Bandung diserang sejumlah suporter Persija, The Jakmania, yang baru pulang dari perjalanan tandang ke Yogyakarta.

Saat itu, The Jakmania baru saja mendukung Persija ketika menghadapi PSIM Yogyakarta dalam lanjutan Super League 2026/2027 pada Sabtu (10/10/2026).

Sementara itu, Persib U-18 berada di Solo, Jawa Tengah, setelah menjalani pertandingan Grup B Elite Pro Academy (EPA) One U-18 melawan Garuda United pada 10-11 Oktober 2026.

Insiden tersebut memicu kecaman dan desakan agar Persija mendapatkan hukuman, termasuk pengurangan poin. Namun, Shin menilai klub tidak bisa sepenuhnya mengendalikan tindakan setiap suporter.

Dalam sesi latihan Persija di Persija Training Ground, Depok, Kamis (15/10/2026), pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan klub tetap harus bertanggung jawab atas hal-hal yang berada dalam lingkup kewenangannya.

"Bagian yang harus dipertanggungjawabkan klub memang harus dipertanggungjawabkan, tetapi saya pikir klub tidak bisa mengendalikan semua sampai hal-hal seperti ini," kata Shin Tae-yong kepada awak media.

Ia kemudian mempertanyakan bagaimana klub bisa mengawasi setiap suporter, terutama ketika peristiwa terjadi di tempat peristirahatan dalam perjalanan dan jauh dari lingkungan stadion.

"Bagaimana klub, ya, masalah seperti itu terjadi di tempat istirahat, bagaimana orang-orang dari klub bisa mengikuti mereka satu per satu dan mencegahnya?" jelasnya.

Shin Tae-yong juga menyoroti desakan agar Persija dijatuhi sanksi pengurangan poin. Menurutnya, penindakan harus diarahkan kepada individu yang terbukti terlibat dalam penyerangan tersebut.

Dia menegaskan para pelaku harus ditangkap dan diproses sesuai hukum agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

"Itu sebenarnya bukan sesuatu yang harus dikatakan sebagai kesalahan klub, tetapi orang-orang seperti itu harus ditangkap dan pihak penyidik harus menghukum mereka dengan keras, barulah ke depannya masalah seperti itu tidak ada," tutur Shin Tae-yong.

"Melimpahkan hal seperti itu kepada orang-orang dari klub, jelas tidak masuk akal."

Shin kembali menegaskan bahwa individu yang melakukan penyerangan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Menurutnya, proses hukum terhadap pelaku menjadi hal penting dalam penanganan kasus tersebut.

"Saya berpikir tanggung jawab hukum jelas harus dikenakan kepada individu, dan mereka harus dihukum dengan keras sesuai dengan hukum yang ada," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com