Persebaya Ditahan PSS, Bonek Panen Pujian Bentangkan Spanduk Save Kalimantan

Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:36 WIB
Persebaya Ditahan PSS, Bonek Panen Pujian Bentangkan Spanduk Save Kalimantan [Dok @majo_lahraga]
BACA 10 DETIK
  • Suporter Persebaya membentangkan spanduk solidaritas Save Kalimantan di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.
  • Pelatih Bernardo Tavares merasa frustrasi karena Persebaya gagal mengalahkan PSS Sleman di kandang sendiri.
  • Persebaya mendominasi pertandingan dengan banyak peluang namun gagal meraih kemenangan akibat kebobolan dua gol.

Suara.com - Pendukung Persebaya Surabaya alias Bonek panen pujian di pertandingan lanjutan Super League melawan PSS Sleman.

Bonek membentangkan spanduk bertuliskan Save Kalimantan, sebagai bentuk solidaritas terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sampai saat ini masih terjadi.

Spanduk dengan tulisan Save Kalimantan itu dibentangkan bonek di salah satu sudut tribun Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur.

"Pesan dari suporter Persebaya : Save Kalimantan. Salut," puji salah satu netizen.

Sementar itu, pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengaku frustrasi setelah timnya gagal meraih kemenangan saat menjamu PSS Sleman.

Tavares menilai para pemainnya telah menunjukkan sikap dan semangat yang baik sepanjang pertandingan.

Namun, ia kecewa karena Persebaya belum mampu memberikan tiga poin kepada pendukung setianya, Bonek dan Bonita.

“Menurut saya, para pemain sudah menunjukkan sikap yang bagus, tetapi saya frustrasi dengan hasil ini karena Bonek dan Bonita layak mendapatkan tiga poin, begitu juga para pemain,” kata Tavares dikutip dari Antara.

Pelatih asal Portugal itu menyoroti perbedaan jumlah peluang yang tercipta dari kedua tim.

Menurut catatannya, Persebaya melepaskan sekitar 20 tembakan dan memperoleh 12 tendangan sudut, sedangkan PSS hanya mencatatkan dua tembakan dan tiga tendangan sudut.

Meski lebih dominan, Persebaya tetap kebobolan dua gol.

Tavares menyebut gol pertama PSS berawal dari pelanggaran yang memberi lawan kesempatan mencetak gol, sementara gol berikutnya terjadi karena timnya memberikan terlalu banyak ruang bagi pemain lawan untuk melepaskan tembakan.

Tavares menjelaskan, Persebaya telah mencoba berbagai pola serangan untuk membongkar pertahanan PSS.

Mulai dari penetrasi ke ruang kosong, umpan silang, hingga upaya penyelesaian akhir dari sejumlah area di kotak penalti.

Namun, peluang-peluang tersebut belum cukup untuk membawa Persebaya meraih kemenangan.

Sejumlah tembakan berhasil ditepis penjaga gawang, diblok pemain bertahan, atau melenceng dari sasaran.

“Sepak bola adalah tentang gol. Jika bisa mencetak gol dan tidak kebobolan, peluang untuk menang akan lebih besar. Sayangnya, kami kebobolan dua gol,” ujar Tavares.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com