Pesan Timo Scheunemann usai MLSC Bekasi dan Kudus, Latihan Keras Menentukan Hasil

Senin, 19 Oktober 2026 | 09:35 WIB
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann. [Dok. Istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Seri pembuka MilkLife Soccer Challenge 2026–2027 di Bekasi dan Kudus resmi berakhir pada Minggu, 18 Oktober 2026.
  • SDN Pulogebang 07 dan SDN Cipayung 02 berhasil keluar sebagai juara pada kategori masing-masing di Regional Bekasi.
  • Head Coach Timo Scheunemann mengevaluasi perlunya peningkatan keseruan pembinaan sekolah serta latihan rutin dua hingga tiga kali seminggu.

"Kadang senang, kadang mood-nya sedang kurang baik sehingga permainannya juga kurang maksimal," tambahnya.

"Kalau mood-nya bagus, mereka bisa bermain seperti ini, bahkan menjadi top scorer,” tuturnya.

Sementara itu, SDN Cipayung 02 menjadi juara kategori KU 12 setelah mengalahkan SDN Cilangkap 01 Pagi B dengan skor 1-0. Gol tunggal kemenangan dicetak Gildas Syauqillah melalui tendangan jarak jauh pada babak pertama.

Hasil tersebut sekaligus membawa SDN Cipayung 02 menjuarai dua seri secara beruntun, setelah sebelumnya menjadi kampiun di Regional Jakarta Raya.

Pelatih SDN Cipayung 02, Kurniawan Heryanto, mengaku bersyukur timnya kembali meraih gelar juara.

“Alhamdulillah, masih diberikan rezeki. Setelah dari seri Jakarta berlanjut ke Bekasi, kami kembali meraih hasil juara,” ujarnya.

Gildas Syauqillah Cetak 21 Gol di KU 12

Gildas Syauqillah juga mencatatkan prestasi individu dengan menjadi pencetak gol terbanyak kategori KU 12 lewat koleksi 21 gol. Ia menilai persaingan di Bekasi lebih menantang meski rutin berlatih tiga kali dalam sepekan.

"Semoga teman-teman yang usianya di bawahku prestasinya bisa lebih baik," ucap Gildas, yang tahun depan tidak lagi bisa mengikuti kompetisi karena batasan usia.

"Karena saya kurang puas dengan hasil ini. Tapi saya akan tetap semangat latihan agar bisa menjadi pemain timnas Indonesia di masa mendatang,” tegasnya.

Partisipasi Peserta di Bekasi dan Kudus Meningkat

Di Regional Kudus, gelar juara diraih SDN 02 Jambean Pati pada kategori KU 10 dan SD Unggulan Muslimat NU pada kategori KU 12.

Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Edi Supriyanto, menilai tingginya jumlah peserta di kedua regional menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri.

MLSC 2026–2027 diikuti 1.261 atlet di Bekasi dan 1.672 atlet di Kudus.

“Antusiasme yang ditunjukkan para peserta dan sekolah menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri," kata Edi.

"Kami berharap semakin banyak anak perempuan yang tertarik untuk bermain sepak bola dan mendapatkan kesempatan mengasah kemampuan mereka melalui MilkLife Soccer Challenge,” ujarnya.

Menurut Timo, tingginya partisipasi dalam turnamen perlu dibarengi pembinaan yang konsisten. Latihan rutin menjadi salah satu kunci agar para pemain muda dapat mengembangkan kemampuan dan tampil lebih siap dalam kompetisi.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com