-
Komdis PSSI melarang Jakmania dan suporter Persita mendampingi tim saat laga tandang mutual.
-
Persija terkena denda total Rp90 juta, sedangkan Panpel Persita dijatuhi denda Rp40 juta.
-
Kerusuhan di Stadion BIS memicu operator liga memperketat izin penonton tamu ke depan.
Suara.com - Direktur Utama I-League Ferry Paulus menegaskan sanksi bagi Persija Jakarta dan pendukungnya, Jakmania, menyusul kerusuhan yang terjadi pada pertandingan tandang melawan Persita Tangerang beberapa waktu lalu.
Bukan hanya Macan Kemayoran, Persita sebagai tuan rumah juga dihukum Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Hal ini diumumkan I.League dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/10/2026) siang. Ada beberapa putusan yang diumumkan operator Super League itu.
Salah satu sorotan tertuju pada laga Persita vs Persija di Banten International Stadium (BIS) beberapa waktu lalu. Seperti diketahui laga sempat tertunda karena adanya kericuhan suporter yang melibatkan Jakmania dan loyalitas Persita.
Nah, berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI yang memakan waktu hingga dua hari, Persija resmi dijatuhi sanksi yaitu berupa larangan kehadiran suporter saat laga away.
"Selain sanksi larangan bertandang bagi Jakmania, Persija Jakarta juga dibebani sanksi finansial berupa denda sebesar Rp30 juta atas pelanggaran tim," kata Ferry Paulus.
"Serta denda tambahan sebesar Rp60 juta akibat ulah oknum suporter yang melakukan penyalaan petasan sebanyak tiga kali dan pelemparan satu buah flare," jelasnya.
Ferry Paulus juga soroti sanksi untuk Persita selaku tuan rumah. Suporter Pendekar Cisadeni dihukum larangan datang mendukung klub kesayangannya ketika tanda melawan Persija.
"Panitia Pelaksana (Panpel) Persita Tangerang dijatuhi denda Rp40 juta akibat gagal menjaga ketertiban, serta larangan kehadiran suporter Persita saat laga tandang melawan Persija," tambah sosok yang akrab disapa FP itu.
Asep menjelaskan kericuhan suporter di laga tersebut awalnya karena masalah sepele. Oleh sebab itu ia menyayangkan karena pertandingan kedua kesebelasan berlangsung seru.
"Padahal sebelum laga, tidak ada indikasi kerawanan dari pihak kepolisian, sehingga Panpel Persita memberikan alokasi kuota tribune melebihi batas normal bagi Jakmania," ucapnya.
Menanggapi kejadian ini, I-League menegaskan akan memperketat evaluasi izin suporter away dan siap mendorong PSSI untuk memberikan sanksi yang jauh lebih keras jika tindakan serupa terulang.
"Operator liga meminta manajemen klub untuk menjadikan sanksi tegas terhadap Jakmania ini sebagai peringatan keras (early warning) serta momentum edukasi agar penonton dan suporter dapat menjaga ketertiban dalam setiap pertandingan," pungkasnya.